BOLASPORT.COM - Sejarah Piala Dunia yang unik menyajikan fakta bahwa tak selamanya rekor nirkalah berujung indah.
Biasanya salah satu faktor keberhasilan sebuah tim dalam kompetisi diukur dengan parameter seberapa sulit mereka dikalahkan musuh.
Namun, rekor tanpa kalah saja tidak berarti segalanya tanpa dibarengi hal sebaliknya; menaklukkan lawan.
Di Piala Dunia, tanyakan saja contoh anomali tersebut kepada skuad Inggris di Piala Dunia 1982.
Tim generasi Bryan Robson dkk menjalani turnamen di Spanyol tanpa tergores satu pun kekalahan.
Mereka tampil perkasa di fase penyisihan grup pertama. Inggris meraih tiga kemenangan dalam tiga partai.
Prancis-nya Michel Platini (3-1), Cekoslovakia (2-0), dan Kuwait (1-0) dilibas The Three Lions tanpa cela.
Saat itu turnamen masih menggunakan format dua kali fase grup. Lolos dari ronde pertama, timnas Inggris melanjutkan rekor unbeaten di penyisihan grup kedua.
Mereka tergabung dengan tim favorit juara, Jerman Barat, dan tuan rumah Spanyol, di mana Inggris juga tak tercoreng kekalahan.
Hanya, selain tak pernah kalah, mereka pun gagal mengalahkan Jerman dan Spanyol imbas dari dua hasil seri tanpa gol (0-0).
Walhasil, Inggris gagal melaju ke semifinal karena cuma meraup dua angka, kalah saing dari Jerman (3 poin).
Tim besutan Ron Greenwood gugur secara mengenaskan dengan catatan total 3 kali menang, 2 seri, tanpa kekalahan.
Maju ke Piala Dunia 2010, momen unbeaten merugikan berikutnya lebih segar dalam ingatan saat dialami timnas Selandia Baru.
Secara mengejutkan, wakil Oseania tersebut melakoni persaingan keras di Grup tanpa tergores kekalahan.
Mereka lolos dari terkaman Slovakia (1-1), Italia (1-1), dan Paraguay (0-0).
Italia-Swiss
Akan tetapi, modal tiga poin saja tak cukup membawa Selandia Baru maju ke babak 16 besar.
Mereka kalah dari Paraguay (5 poin), dan Slovakia (4). Tetap saja ini sebuah prestasi besar bagi ukuran Selandia Baru.
Skuad Negeri Kiwi berhasil melampaui sang juara bertahan Italia, yang terjerembap di dasar klasemen dengan raihan cuma dua poin.
Adapun kalau tidak menghitung adu penalti sebagai sebuah kekalahan, performa timnas Italia di Piala Dunia 1990 dan Swiss di 2006 juga layak disorot.
Italia sebagai tuan rumah kala itu tampil menggila. Dikawal Walter Zenga sebagai kiper, Azzurri menang terus tanpa bobol dari awal turnamen sampai perempat final.
Langkah mereka baru terhenti di semifinal saat disingkirkan Argentina via adu penalti seusai bermain imbang 1-1.
Kemudian timnas Swiss dua dekade silam melalui fase grup dengan 7 poin hasil dari dua kemenangan dan satu seri.
Rekor unbeaten mereka kelihatannya berlanjut di fase 16 besar, tapi itu sebelum digugurkan Ukraina melalui adu penalti.