BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyoroti soal mentalitas pemain Timnas Indonesia yang dinilai masih pasif dalam hal untuk mencetak gol, sehingga pemain nomor sembilan selalu jadi perbincangan.
John Herdman memang belum lama menukangi Timnas Indonesia, bahkan baru memimpin debut pada FIFA Matchday Maret 2026 lalu.
Setelah menjalani debutnya memimpin skuad Garuda, John Herdman pun tak lepas dari pertanyaan lini depan Timnas Indonesia.
Pasalnya, lini depan Timnas Indonesia masih terus menjadi sorotan, karena sulit mencetak gol.
Menanggapi hal ini, John Herdman menyoroti soal mentalitas yang menurutnya harus diubah.
Ia menilai bahwa di Indonesia pemain nomor 9 selalu menjadi sorotan, karena minimnya mencetak gol.
Menurutnya, yang terpenting saat ini mengubah mentalitas pemain agar tidak hanya mengandalkan satu pemain.
Akan tetapi, semua orang harus bisa mencetak gol, sehingga ia berharap semua orang akan memiliki mentalitas ini.
“Tapi satu hal yang harus kita ubah, mentalitas. Di negara ini, kita terus membicarakan ‘nomor sembilan’, penyerang tengah, Indonesia membutuhkan penyerang tengah,” ujar John Herdman kepada awak media termasuk BolaSport.com di Stadion Madya.
“Indonesia membutuhkan mentalitas di tim bahwa semua orang bisa mencetak gol. Dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol,” ucapnya.
Pelatih asal Inggris tersebut mengatakan bahwa semua orang dari posisi penyeranag, gelandang, hingga bek harus bisa mencetak gol.
Menurutnya, tim tak harus mengandalkan satu pemain saja, sehingga ia ingin mengubah ini agar semua pemain memiliki mentalitas yang berbeda.
Pelatih yang pernah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 tersebut mengaku ingin mengubah pola pikir para pemain skuad Garuda.
“Baik Anda bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya, kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak orang yang percaya mereka bisa masuk ke area mencetak gol,” kata John Herdman.
“Bek tengah yang bertanggung jawab atas tendangan bebas. Jadi menurut saya, pelajaran besarnya adalah saya terus mendengar ‘Indonesia tidak punya penyerang tengah’, tapi tanggapan saya adalah solusinya adalah mengubah pola pikir para pemain.
“Semua orang ingin mencetak gol, semua orang ingin menyerang," tegasnya.
John Herdman mengaku ingin mengubah pola pikir Timnas Indonesia karena ia menilai sebelumnya para pemain masih terlalu pasif.
Oleh karena itu, ia ke depannya ingin skuad Garuda bisa tampil lebih berani untuk semua pemain.
Menurutnya, semua pemain dan baik di posisi apapun harus memiliki mental untuk bisa menembus pertahanan lawan dan mencetak gol.
“Karena Indonesia dalam kampanye sebelumnya bagi saya terlalu pasif. Terlalu pasif,” kata John Herdman.
“Bertahan, transisi, bertahan, transisi. Bagi kami, kami membutuhkan lebih banyak pemain yang berpikir ‘plus satu’, overload, gelandang tengah, bek tengah, bek sayap yang berusaha menembus barisan pertahanan.
“Jadi saya pikir mereka bermain sangat baik di dua pertiga lapangan, tetapi di sepertiga akhir, ada celah besar," jelasnya.
Untuk itu, ia menekankan bahwa dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia nanti akan ada pembicaraan ini.
Ini karena John Herdman ingin bisa menutup kelemahan ini dan berharap semua pemain memiliki mentalitas yang lebih bagus untuk mencetak gol.
“Kami akan menutup celah itu di kamp ini. Saya sudah berbicara dengan kelompok kepemimpinan dan mereka siap untuk masuk dan menutup celah, waktu lari di kotak penalti, zona yang perlu kami serang. Jadi kami akan siap,” tuturnya.
Sekedar informasi, Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjalani pemusatan latihan (TC) sebagai persiapan ASEAN Championship 2026 pada 26-30 Mei 2026.