Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Seluma berlangsung khidmat dan penuh makna, Sabtu pagi (23/5/2026).
Peringatan HUT ke-23 Seluma tahun 2026 ini mengusung tema “Seluma Tangguh, Mandiri, Berinovatif untuk Indonesia Maju”.
Unik dalam momen peringatan HUT ke-23 ini, ada prosesi penyatuan tanah dan air dari 202 desa dan kelurahan di Kabupaten Seluma yang terinspirasi dari konsep penyatuan tanah dan air di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penanaman pohon gaharu sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Prosesi ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Seluma.
Kegiatan yang terinspirasi dari konsep penyatuan tanah dan air di Ibu Kota Nusantara (IKN) itu dilaksanakan usai upacara peringatan HUT Kabupaten Seluma yang digelar di halaman Gedung Daerah Serasan Seijoan.
Penanaman pohon gaharu dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Seluma, Teddy Rahman-Gustianto, didampingi unsur Forkopimda Seluma, perwakilan Pemprov Bengkulu, para camat hingga seluruh kepala desa se-Kabupaten Seluma.
Penanaman pohon gaharu ini dilakukan di areal belakang Kantor Disperindagkop UKM Seluma yang berada di antara rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Seluma.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak tujuh pohon gaharu ditanam sebagai simbol persatuan, keharmonisan dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat di Bumi Serawai Serasan Seijoan.
Penyatuan tanah dan air itu menjadi simbol kuat bahwa seluruh elemen masyarakat Seluma memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun daerah.
Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan prosesi tersebut bukan sekadar seremoni dalam peringatan hari jadi Kabupaten Seluma, melainkan memiliki pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan.
“Tanah dan air yang disatukan dari seluruh desa dan kelurahan ini menjadi simbol bahwa Seluma dibangun dengan semangat persatuan, kebersamaan dan tekad yang sama untuk maju,” kata Teddy Rahman.
Menurut Teddy, filosofi Serasan Seijoan harus terus dijaga dan diperkuat dalam setiap langkah pembangunan Kabupaten Seluma.
Ia menilai keberagaman masyarakat Seluma justru menjadi kekuatan besar untuk membawa daerah semakin maju dan berkembang.
Teddy juga menjelaskan penanaman tujuh pohon gaharu memiliki makna tersendiri sebagai simbol harmoni dan kesinambungan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui momentum HUT ke-23 ini, kita ingin memperkuat kebersamaan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Seluma yang tangguh, mandiri dan inovatif,” ujarnya.
Bupati mengatakan peringatan HUT ke-23 Kabupaten Seluma tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremoni tahunan, tetapi juga momentum mempererat persatuan seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
"Dengan semangat kebersamaan yang tergambar melalui prosesi penyatuan tanah dan air, kita wujudkan Seluma yang lebih maju dan sejahtera di masa mendatang," sampai Teddy Rahman.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini