Sejarah Baru! 3 Rekor Pecah usai Persib Juara Super League 2025/2026
Muhammad Nursina Rasyidin May 23, 2026 07:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Sejarah baru tercipta seusai Persib Bandung berhasil menjuarai Super League 2025/2026.

Persib memastikan diri sebagai juara Super League 2025/2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026) malam WIB.

Gelar ini bukan hanya sekadar trofi, namun juga membuat Persib menorehkan sejumlah rekor bersejarah yang menguatkan status mereka sebagai salah satu klub paling konsisten dalam sejarah sepak bola Indonesia. 

Dengan performa stabil dari awal hingga akhir musim, Persib berhasil menunjukkan konsistensi yang jarang terjadi di kompetisi yang dikenal sangat kompetitif dan penuh kejutan.

Baca juga: Menang Telak Bukan Jaminan, Borneo FC Kalah Saing dari Persib untuk Gelar Juara Super League

MERAYAKAN GOL - Gelandang Persib Bandung, Adam Alis merayakan gol setelah menjebol gawang Borneo FC pada pertandingan tunda pekan ke-21 Super League di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (15/3/2026) malam WIB.
MERAYAKAN GOL - Gelandang Persib Bandung, Adam Alis merayakan gol setelah menjebol gawang Borneo FC pada pertandingan tunda pekan ke-21 Super League di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (15/3/2026) malam WIB. Persib juara Super League Indonesia 2025/2026 setelah imbang 0-0 melawan Persijap Jepara, sebanyak tiga rekor bersejarah tersaji. (Instagram @persib)

Hattrick Juara

Rekor pertama yang dicetak Persib adalah hattrick juara Liga Indonesia secara berturut-turut.

Sebelumnya, Persib sukses menjadi juara Liga Indonesia musim 2023/2024 dan 2024/2025.

Pencapaian hari ini menjadikan Persib sebagai klub pertama dalam sejarah Liga Indonesia yang mampu meraih tiga gelar juara beruntun, sebuah rekor yang sulit disamai oleh klub lain.

Baca juga: Persib Juara Super League 2025/2026, Si Maung Cetak Rekor Bersejarah di Liga Indonesia

Raja Kandang

Rekor kedua datang dari catatan luar biasa Persib saat bermain di kandang sendiri.

Sepanjang musim 2025/2026, Stadion Gelora Bandung Lautan Api benar-benar menjadi benteng yang sulit ditembus lawan.

Dari total 17 pertandingan kandang, Persib tidak pernah sekalipun mengalami kekalahan.

Mereka mencatat 15 kemenangan dan hanya mengalami 2 hasil imbang, termasuk hasil terakhir melawan Persijap.

Sebelum imbang melawan Persijap, Persib meraih hasil imbang saat menjamu Arema FC pada pekan ke-29. Kala itu skor berakhir 0-0.

Catatan tersebut menegaskan bahwa GBLA menjadi stadion yang sangat angker bagi tim tamu.

Sekaligus menunjukkan betapa kuatnya performa Persib saat bermain di depan pendukungnya sendiri.

Clean Sheet Teja Paku Alam

Rekor ketiga terkait dengan penampilan apik kiper Persib, Teja Paku Alam.

Dengan hasil imbang 0-0 lawan Persijap, Teja resmi mencatatkan 18 laga tanpa kebobolan.

Catatan tersebut membuat Teja memecahkan rekor 17 clean sheet Yoo Jae-hoon yang saat itu membela Persipura pada musim 2013.

Euforia Juara

Rekor bersejarah yang dicetak Persib setelah juara Super League 2025/2026 jelas menjadi kebanggaan tersendiri bagi suporternya, yakni Bobotoh.

Namun yang menjadi poin penting, jangan sampai euforia kemenangan Persib ternoda dengan tindakan anarkis suporter.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun meminta seluruh elemen Bobotoh untuk menahan diri dan tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan Persib.

Mantan Bupati Purwakarta ini menekankan bahwa perayaan keberhasilan harus dilakukan secara beradab dan tidak mengorbankan kenyamanan publik luas.

Salah satu poin krusial yang ia garis bawahi adalah larangan keras tindakan melanggar hukum di jalanan.

"Pertama bahwa juara di depan mata. Kalau juara sudah di depan mata, kita tinggal menjaga sikap dan ketertiban kita dalam mengelola kejuaraan itu," kata Dedi, dikutip dari Tribun Jabar.

Dedi mengingatkan jangan sampai ada tindakan tidak terpuji, termasuk melakukan sweeping atau penghadangan terhadap kendaraan dengan pelat nomor dari luar kota yang sedang melintas di wilayah Bandung dan sekitarnya.

"Artinya jangan ada sikap yang aneh, yang mencederai kita sebagai seorang juara," pungkas Dedi.

(Tribunnews.com/Isnaini) (TribunJabar/Nazmi Abdurrahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.