Pep Guardiola Ungkap Isi Pesan Suara dari Sir Alex Ferguson Setelah Pengumuman Kepergiannya dari Manchester City
Hendra Wijaya May 23, 2026 08:56 PM

Pep Guardiola mengungkapkan isi dari pesan suara yang menyentuh hati yang dikirimkan oleh legenda Manchester United, Sir Alex Ferguson, setelah kabar konfirmasi kepergiannya dari Manchester City. Pelatih asal Katalonia tersebut akan menutup satu dekade penuh trofi di Stadion Etihad pada akhir musim ini.


Sebuah penghormatan legendaris dari sisi merah Manchester


Guardiola mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa ia akan mundur dari jabatannya musim panas ini, mengakhiri masa kepemimpinan selama sepuluh tahun yang menghasilkan lebih dari 20 trofi utama bagi The Cityzens. Sementara para penggemar Manchester United telah diingatkan oleh mantan bek kiri Patrice Evra untuk “tidak merayakan” kepergian tersebut, bentuk penghormatan tertinggi justru datang dari sosok paling dihormati di jajaran legenda Setan Merah.


Berbicara menjelang laga kandang terakhirnya melawan Aston Villa, Guardiola mengakui bahwa menerima pesan dari Ferguson menjadi momen yang sangat berkesan. “Saya tahu saya telah meraih kesuksesan luar biasa sebagai pelatih, dan menyenangkan bisa berada di posisi ini,” ujar Guardiola. “Salah satu pujian terbesar yang saya terima adalah pesan dari Sir Alex Ferguson kemarin, dan itu membuat saya sangat bahagia.”


Pengakuan atas satu dekade dominasi


Pelatih asal Katalonia yang pernah mengalahkan tim asuhan Ferguson di dua final Liga Champions bersama Barcelona itu menjelaskan lebih lanjut mengenai isi pesan tersebut. Ia memastikan bahwa pelatih legendaris asal Skotlandia itu menghubunginya secara khusus untuk mengakui standar luar biasa yang telah ditetapkan oleh City di bawah kepemimpinannya.


“Beliau memberi selamat kepada saya atas perjalanan karier dan atas apa yang telah kami capai. Itu sangat berarti bagi saya,” jelas Guardiola. Rasa saling menghormati di antara keduanya tetap kuat meski rivalitas antara klub mereka begitu sengit, dan Guardiola kerap menyebut Ferguson sebagai tolok ukur ketahanan serta kesuksesan di Liga Premier.


Kesamaan dengan Johan Cruyff


Guardiola juga mengambil momen tersebut untuk merenungkan pengaruh dari para mentornya, membandingkan Ferguson dengan sang guru besar Johan Cruyff. Meskipun Cruyff sudah tiada untuk menyaksikan pencapaian mantan muridnya itu, Pep merasa beruntung bahwa Ferguson masih bisa melihat kebangkitan City ke puncak sepak bola Eropa.


“Saya tidak sedang merendah, tapi dia adalah yang terbesar di negara ini,” lanjut Guardiola. “Saya sangat bahagia. Saya sangat merindukan Johan Cruyff, namun saya senang bahwa Sir Alex, sosok terbesar itu, bisa menyaksikan. Saya cukup yakin Sir Alex tidak akan lagi menyebut kami ‘tetangga berisik’. Kami memang tetangga, dan saya sangat senang dia ada untuk menyaksikannya.”


Kesulitan memahami aksen Skotlandia Ferguson


Dalam momen penuh canda selama konferensi pers, Guardiola mengungkapkan bahwa pesan tersebut sebenarnya dikirimkan melalui pesan suara. Meski mereka memiliki hubungan baik, mantan pelatih Barcelona itu berseloroh bahwa sebagian isi pesan memerlukan sedikit “penerjemahan” karena kekentalan aksen khas Skotlandia Ferguson.


“Yah, dengan aksen Skotlandianya saya agak kesulitan,” ujar Guardiola sambil tersenyum. “Itu pesan suara. Saya pasti akan meneleponnya kembali.” Saat Guardiola bersiap untuk pertandingan terakhirnya di Etihad, penghormatan dari sisi merah Manchester menjadi pengingat yang mengharukan akan dampak besar yang telah ia tinggalkan pada sepak bola Inggris.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.