TRIBUNJAMBI.COM - Dampak psikologis akibat insiden pemadaman listrik massal (blackout) se-Sumatera tampaknya benar-benar membekas di benak masyarakat.
Belum genap 24 jam sistem kelistrikan pulih sepenuhnya, isu mengenai adanya pemadaman susulan langsung memicu kepanikan baru.
Warga di sejumlah wilayah Kota Jambi, termasuk di kawasan Sungai Kambang dan sekitarnya, kini terpantau melakukan aksi borong (war) lilin sebagai langkah antisipasi darurat.
Kepanikan ini memicu lonjakan permintaan yang luar biasa di tingkat pedagang.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (23/5/2026) malam, persediaan lilin di sejumlah toko kelontong hingga gerai ritel modern dilaporkan ludes tak tersisa.
Stok Toko Kelontong Hingga Ritel Modern Ludes
Ketika dilakukan pengecekan di beberapa toko untuk membeli lilin, para pedagang kompak memberikan jawaban yang sama persediaan dagangan mereka telah habis total.
Baca juga: Update Pemadaman Listrik Sabtu Malam: Mendalo hingga Simpang Rimbo Masih Padam
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru untuk Pinjaman hingga Rp500 Juta selama 5 Tahun
Kelangkaan ini dipicu oleh rasa khawatir yang mendalam dari warga jika wilayah mereka kembali diselimuti kegelapan malam.
Seorang penjaga toko ritel modern di Kota Jambi mengonfirmasi stok lilin yang biasanya tersedia di rak pajangan kini telah habis tak bersisa karena diserbu pembeli sejak sore hari.
Kondisi serupa tapi tak sama juga dirasakan oleh Yuni, seorang pemilik toko kelontong.
Yuni menyebutkan bahwa untuk malam Minggu ini memang belum terlalu banyak warga yang datang mengantre di tokonya.
Namun, pada malam sebelumnya, ia sampai kehabisan seluruh stok lilin akibat gelombang pembelian dari masyarakat sekitar.
Di sisi lain, ketakutan warga bukan tanpa alasan.
Yuni menceritakan petaka listrik di tempat tinggalnya sendiri yang berada di kawasan Mayang, Kota Jambi.
Baca juga: Daftar Wilayah di Kota Jambi yang Air Bersih PDAM Terganggu Imbas Listrik Padam
Baca juga: Jambi Siapkan Lahan 13,4 Hektare untuk Bangun Kodam Baru, Ini Lokasinya
Yuni mengungkapkan bahwa aliran listrik di daerahnya sempat hidup pada subuh dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama karena pada sore harinya arus listrik kembali terputus dan mati lagi sampai sekarang.
Aksi Borong Demi Hindari Gelap Gulita
Situasi ketidakpastian ini memaksa warga berhamburan mencari alat penerangan alternatif.
Lilin menjadi pilihan paling instan dan murah di tengah kekhawatiran ambruknya kembali gardu induk interkoneksi PLN.
Seorang warga bernama Elpi yang kedapatan tengah berburu lilin di toko kelontong menjelaskan bahwa pembelian tersebut ia lakukan murni untuk berjaga-jaga.
Elpi mengaku mendengar kabar burung bahwa malam ini akan terjadi mati lampu susulan.
Baginya, menyetok lilin jauh lebih aman daripada harus pasrah menghadapi kondisi gelap-gelapan yang tidak tahu pasti kapan akan berakhir.
Hingga saat ini, warga Kota Jambi sangat berharap pihak PLN memberikan informasi resmi dan jaminan kelancaran pasokan listrik, agar aktivitas ekonomi dan rumah tangga warga tidak terus dihantui oleh kecemasan blackout jilid dua. (Tribunjambi.com/ Darmin Sijabat)
Baca juga: Update Pemadaman Listrik Sabtu Malam: Mendalo hingga Simpang Rimbo Masih Padam
Baca juga: Pria Masuk Rumah Warga di Simpang Rimbo Berlagak Gila setelah Ditangkap Polisi
Baca juga: Info Daftar Pemadaman Listrik Bergilir di Jambi Update Sabtu 23 Mei 2026
Baca juga: Renungan Harian Kristen 24 Mei 2026 - Bersemangat Untuk Berkarya