BANGKAPOS.COM -- Muhammad Firdaus Akhlan (73), jemaah haji asal Pondok Labu, Jakarta Selatan, bernama Muhammad yang hilang di Makkah, Arab Saudi, sejak 15 Mei 2026 berhasil ditemukan.
Namun dikabarkan Kakek Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Kakek Firdaus ditemukan di Jabal Kudai pada Jumat (22/5/2026), oleh tentara Arab Saudi yang sedang berpatroli.
Lokasi penemuan jenazah Kakek Firdaus berada sekitar 1,5 sampai dua kilometer dari pondok tempatnya menginap.
"Lokasi penemuan di sekitar Jabal Kudai atau sekitar 1,5 sampai dua kilometer dari pemondokannya," jelas Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, Jumat, dilansir Kompas.com.
Baca juga: Petani Menjerit, Tiga Hari Harga TBS Sawit Terjun Bebas di Babel, Dari Rp3.080/Kg Anjlok Rp2.250/Kg
"Jenazah ditemukan Askar yang sedang berpatroli di sekitar Jabal Kudai, lalu diserahkan kepada pihak kepolisian dan forensik," imbuh dia.
Kakek Firdaus diperkirakan meninggal sekitar empat sampai lima hari sebelum ditemukan.
Muftiono mengungkapkan jenazah Kakek Firdaus mengalami perubahan warna karena situasi di Makkah yang panas.
Meski demikian, kata dia, jenazah Kakek Firdaus masih utuh dan bisa dikenali.
Baju, sarung, hingga gelang identitas milik Kakek Firdaus masih menempel di tubuhnya.
"Situasi panas membuat kondisi jenazah mengalami perubahan warna, tapi masih utuh dan dapat dikenali."
"Sarung hitam, baju koko putih, gelang identitas, semuanya masih melekat dan utuh," ujar dia.
Berbekal gelang identitas yang masih menempel di pergelangan tangan Kakek Firdaus, aparat Saudi berhasil mengidentifikasi almarhum.
Setelahnya, istri almarhum, Nafsiah Nawan (63), diajak untuk memastikan ciri-ciri serta pakaian yang dikenakan Kakek Firdaus.
"Setelah dinyatakan bahwa itu adalah almarhum, kami juga mengajak istrinya dan menyatakan dari ciri-cirinya pakaian yang digunakan, pakaian sarung, baju warna putih, koko, itu betul almarhum," kata Muftiono.
Jenazah Kakek Firdaus rencananya dimakamkan di pemakaman umum di Makkah setelah seluruh proses administrasi dari kepolisian dan KJRI selesai dilakukan.
"Kita masih menunggu mudah-mudahan hari ini atau sore nanti (kemarin, red) dinyatakan secepatnya akan dimakamkan," pungkas dia.
Sebelum hilang, Kakek Firdaus meminta kepada istrinya, Nafsiah, agar menyiapkan keperluannya untuk alat Jumat.
Setelah menyiapkan pakaian Kakek Firdaus, Nafsiah pun kembali ke kamarnya sendiri dan memilih beristirahat.
"Saya siapin koko putih dan sarung kotak-kotak warna hitam. Saat itu, suami sedang mandi," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Curiga Tak Ada Laporan Pagi, Awal Mula Kasus Pencurian 538 Balok Timah PT PMP, 5 Satpam Disekap
Sore harinya, Nafsiah mengecek kondisi Kakek Firdaus di kamarnya, namun ia tak mendapati keberadaan sang suami.
Rekan satu kamar Kakek Firdaus mengatakan almarhum belum kembali sejak selesai salat Jumat.
Nafsiah pun menelepon ketiga anaknya di Jakarta dan melapor kepada ketua kloter, serta petugas dari layanan linjam.
Saat menelusuri keberadaan sang suami, Nafsiah menyebut momen Kakek Firdaus meninggalkan penginapan terakhir kali sempat terekam CCTV.
Ia tampak mengenakan pakaian yang disiapkan Nafsiah dan berjalan pelan menuju pintu penginapan sekitar pukul 9.04 waktu Arab Saudi.
Kakek Firdaus diketahui tinggal di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Firdaus memiliki riwayat kesehatan pra-demensia sejak tahun 2021 dan sempat mengalami kondisi kesehatan yang menurun saat mulai berada di asrama haji.
Dia berangkat haji bersama dengan Nafsiah, istrinya.
Baca juga: Nasib 3 Oknum Polda Babel Terseret Pencurian 538 Balok Timah PT PMP, Terendus Kawal Mobil Bawa BB
Kepada tim MCH, Nafsiah sempat berkisah tentang sosok Firdaus yang menikahinya pada tahun 1976.
Setelah pensiun dari Departemen Kesehatan (Depkes), Firdaus masih aktif di berbagai kegiatan kemasyarakatan di tempat mereka tinggal yaitu di Pondok Labu, Jakarta Selatan.
"Abah pernah menjadi ketua RT selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mengundurkan diri," tutur Nafsiah.
Saat waktu shalat tiba, lanjut Nafsiah, Firdaus terbiasa berjalan kaki seorang diri menuju masjid yang berjarak sekira 15 menit dari rumah.
"Kalau subuh juga ke masjid, kan agak jauh ya, ke masjid pulang pergi, jalan agak jauh untuk persiapan haji," tutur Nafsiah yang ditemui sebelum jenazah Firdaus ditemukan.
Saat wawancara itu Nafsiah masih berharap sang suami kembali dengan selamat.
Nafsiah pun tak pernah lepas dari doa-doa.
"Ini di Baitullah, di rumahnya Allah, mudah-mudahan Allah jaga suami saya. Saya harus berhusnuzhan. Ya Allah, lindungilah suami saya, dia tamunya Allah, pasti Allah nggak akan sia-siakan," kata Nafsiah ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH), Selasa (19/5/2026).
Setelah melafalkan doa tersebut, Nafsiah melantunkan shalawat agar hatinya semakin tenang.
Namun ketika mengingat kembali pada nasib suaminya, Nafsiah melafalkan doa serupa dan terus berbaik sangka kepada Allah.
"Ya Allah lindungilah, pelihara dia ya Allah, kembalikan ya Allah dalam kondisi sehat," ujar Nafsiah dengan nada suara bergetar.
Baca juga: Awal Mula Pria Palsukan Audit Akuntan Publik di Babel, Ditunjuk AK Law Firm, Tak Berlisensi Auditor
Nafsiah tak menampik, pikirannya diliputi dengan penuh kekhawatiran terhadap nasib suami. Bahkan ia tak pernah lagi tidur nyenyak sejak sang suami menghilang.
"Saya nggak bisa tidur, gimana nih dia? Lagi ngapain? Udah makan apa belum? Makan apa? Terus harus minum," kata Nafsiah. Suaranya pun tercekat ketika mengucapkan kalimat-kalimat pertanyaan itu.
Tak cukup hanya sampai di pencarian, pihak keluarga yang berada di Jakarta pun melakukan sejumlah upaya.
Nafsiah berkisah, saban malam selepas shalat Maghrib, keluarganya menggelar kegiatan ratiban secara online. Dari sana, mereka berdoa agar Firdaus lekas ditemukan.
"Setiap malam keluarga bantu doa mudah-mudahan doanya diijabah oleh Allah. Semoga bisa pulang, bisa kembali, bisa ngelakuin ibadah haji dengan sempurna," harapnya.
Namun nasib berkata lain, Firdaus telah meninggal dunia di kota suci Makkah.
Terkait meninggalnya Kakek Firdaus, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan duka cita.
Kepala Buro Humas Kemenhaj, Moh Hasan Afandi, mengatakan pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi Kakek Firdaus.
Pelaksanaan badal haji tersebut akan dilakukan oleh petugas haji.
"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Hasan.
"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Sri Juliati) (Kompas.com/Phytag Kurniati) (Bangkapos.com)