Pemerintah AS dilaporkan berencana kembali meluncurkan serangan militer ke Iran.
Hal ini mencuat seusai Presiden AS Donald Trump membatalkan semua agendanya.
Trump dilaporkan hanya akan berada di Gedung Putih sepanjang akhir pekan.
Laporan itu pertama kali dirilis oleh media AS, Axios pada Jumat (22/5/2026).
Dalam laporannya, kedua media itu menyebut adanya situasi darurat yang sedang terjadi di Washington.
Dalam statement nya, Trump bahkan batal menghadiri acara pernikahan sang putra.
Trump menegaskan dirinya harus tetap berada di ibu kota karena alasan negara.
Baca: Alasan Bos Intelijen AS Tinggalkan Jabatan seusai Cekcok dengan Trump soal Program Nuklir Iran
"Karena situasi yang berkaitan dengan pemerintahan dan rasa cinta saya kepada AS," ujar Trump mengenai pembatalan tersebut.
"Penting bagi saya untuk tetap berada di Washington DC, di Gedung Putih selama periode waktu yang penting ini," tambah Trump.
Sinyal ketegangan juga tampak kala Trump kembali dari kunjungan negara di bagian New York.
Trump menolak sesi tanya jawab dari awak media dan mengabaikan pertanyaan wartawan soal perjalananya.
Trump disebut sedang dalam gejolak lantaran jalur diplomasi dengan Iran tak kunjung membuahkan hasil.
Baca: Trump Sesumbar Sebut Blokade AS Terhadap Iran Diklaim Sukses, 37 Kapal Gagal Melintas
Arah Presiden AS disebut bergeser dari jalur diplomasi menjadi perintah serangan militer.
Meski begitu, media-media AS menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil terkait peluncuran serangan militer baru tersebut.
Sejumlah anggota militer dan aparatur intelijen AS kini mulai membatalkan rencana libur akhir pekan mereka.
Langkah itu diambil guna mengantisipasi kemungkinan adanya perintah serangan sewaktu-waktu.
# Sinyal # Perang # Iran # Trump # Janji # Penting # Presiden AS Donald Trump #