Viral Penumpang Ditampar hingga Ditendang di Dalam Angkot, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Adi Suhendi May 23, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polsek Pesanggrahan mengamankan seorang wanita berinisial NS (30), pelaku penganiayaan terhadap penumpang angkutan kota (angkot) RSG 1779 rute Lebak Bulus–Cipulir di Jalan Raya Ulujami Raya, Jakarta Selatan.

NS diketahui menampar dan menendang penumpang angkot bernama Berliana.

“Di mana Mbak Berliana mendapatkan tindakan fisik kekerasan, antara pemukulan dan juga penendangan, yang dilakukan oleh terduga pelaku berinisial NS,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Awalnya, korban dan pelaku sama-sama menumpangi angkutan yang sama.

Namun, peristiwa yang tidak diinginkan tiba-tiba saja diterima korban hingga keduanya terlibat cekcok.

Baca juga: Klaim Serahkan Bukti CCTV Baru, Pihak Erin Pastikan Tak Ada Penganiayaan terhadap ART-nya

Setelah kejadian, korban langsung mendatangi Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan polisi hingga pendampingan visum.

“Pada saat terjadi kejadian tersebut, Mbak Berliana sendiri langsung mendatangi Polsek Pesanggrahan dilakukan pemeriksaan oleh Kanit Reskrim, didampingi pendampingan visum,” ujarnya.

Menurut Seala, kasus ditangani cepat lantaran video penganiayaan viral di media sosial.

“Setelah itu memang malam-malamnya, video itu langsung jalan beriringan, jadi kami juga harus cepat-cepat, ada laporan yang kami terima kami jalan,” ujarnya.

Baca juga: Merasa Difitnah Buntut Tudingan Penganiayaan, Erin Eks Istri Andre Taulany Beri Efek Jera Mantan ART

Adapun pelaku diduga mengidap gangguan jiwa.

Hal ini terungkap lantaran ada dokumen yang menunjukkan jika pelaku pernah dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ).

“Belum genap kurang lebih 1 tahun, yang bersangkutan memang baru saja keluar dari RSJ, karena ada pengalaman gangguan mental atau kejiwaan,” ungkapnya.

Untuk itu, selama proses hukum berjalan, Seala mengatakan pihaknya bakal melakukan uji klinis terhadap pelaku bersama pihak terkait.

“Kami dari pihak kepolisian tentunya bekerja sama dengan pihak dari rumah sakit jiwa untuk melakukan uji klinis terhadap pelaku. Nanti hasilnya seperti apa, pasti kasus ini akan kita tangani sesuai dengan aturan atau prosedur,” tuturnya. 

Duduk Perkara

Sementara itu, Berliana, menerangkan, peristiwa itu bermula saat terduga pelaku naik dari Bintaro dan duduk di bangku belakang sopir angkot Jaklingko.

“Dia biasa seperti penumpang biasa, dia minta tolong untuk di-tap kartunya,” kata Berliana.

Masalah mulai muncul saat mesin kartu sedang error. Menurut dia, pelaku mendadak membentak penumpang lain.

“Tiba-tiba dia membentak ibu-ibu kayak ‘mau di-tapin gak kartunya’… Itu semua nengok memang karena dia ngebentak kan,” ujarnya.

Berliana mengaku sempat menjelaskan kondisi mesin tap yang bermasalah. Setelahnya, kondisi pun kembali normal. 

Namun, saat korban hendak membantu penumpang lain turun, tamparan mendadak datang kepada Berliana.

“Aku mau bantuin bukaan… tiba-tiba ditampar aja sebelah kiri gitu,” ucapnya.

Dia mengaku syok karena serangan datang tanpa alasan jelas. Pelaku lalu kembali memarahinya.

“Terus saya kaget, kenapa ditampar gitu, terus dia balik lagi ngomong kayak, ‘lu ditanya aku jawab apa’,” katanya.

Berliana sempat merekam kejadian dengan ponsel. Namun aksi kekerasan malah berlanjut.

“Ditampar 4-5 kali, saya agak lupa, karena kerjanya terlalu cepet juga sih," jelasnya.

Atas hal itu, ia memutuskan untuk melaporkan apa yang ia alami.

Namun, ia belum mengetahui jika pelaku mengalami gangguan jiwa.

“Kalau ODGJ sih enggak, cuma kayak orang stres mungkin… karena dari penampilan dia tuh juga rapi gitu ya, pakai perhiasan, terus diajak ngobrol tuh nyambung,” ungkapnya.

Di sisi lain, orang tua terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada korban.

“Saya secara pribadi, saya mohon maaf sedalam-dalamnya apabila anak saya telah menyusahkan orang lain,” katanya.

“Saya juga sebagai orang tua sedih kiranya, saya mohon maaf… anak saya itu memang kondisi dan situasinya, fisiknya memang agak kurang," tandas dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.