SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Astra Credit Companies (ACC) resmi melebarkan sayap bisnisnya dengan menghadirkan program pembiayaan kepemilikan emas batangan bernama "Kemilau". Program inovatif yang diluncurkan sejak Januari 2026 ini langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat Palembang dan sekitarnya.
Branch Manager ACC Plaju, Shafwan, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap investasi logam mulia belakangan ini sangat menjanjikan.
Melalui program Kemilau, ACC menawarkan berbagai kemudahan finansial yang kompetitif bagi konsumen.
"Program cicilan emas kami hadirkan dengan opsi tanpa uang muka (down payment/DP), suku bunga ringan mulai dari 5 persen, serta pilihan masa tenor yang fleksibel hingga empat tahun. Kemudahan-kemudahan ini berhasil menarik minat rata-rata 50 nasabah baru setiap bulannya," ujar Shafwan saat diwawancarai, Sabtu (23/5/2026).
Shafwan menambahkan, mayoritas konsumen memilih mencicil emas batangan ukuran 5 gram hingga 10 gram.
Salah satu keunggulan program ini adalah sistem harga mengikat (flat).
Besaran angsuran akan dikunci sejak awal transaksi, sehingga konsumen tidak perlu khawatir terhadap lonjakan inflasi maupun kenaikan harga emas Antam di pasaran.
Menariknya, sebagian konsumen justru memilih membayar DP besar, berkisar antara 80 hingga 90 persen.
Fenomena ini terjadi karena banyak warga yang sebenarnya ingin membeli emas secara tunai, namun kesulitan mendapatkan fisik logam mulia di pasaran konvensional karena keterbatasan stok belakangan ini.
"Karena stok fisik emas di ACC selalu tersedia dan siap diserahkan setelah masa kontrak atau cicilan selesai, banyak konsumen yang akhirnya beralih membeli melalui jaringan kami," jelasnya.
Pembiayaan Mobil Baru Tetap Stabil
Di sisi lain, Shafwan memaparkan kinerja lini bisnis utama ACC Plaju, yakni pembiayaan mobil baru, yang diklaim masih berjalan sesuai dengan proyeksi awal tahun.
Meskipun terjadi penurunan secara nasional, performa di wilayah Plaju dinilai masih cukup tangguh.
"Ada sedikit penurunan sekitar 10 persen dari periode normal, namun secara umum pembiayaan kami tetap terealisasi sesuai dengan target korporasi, yakni sebesar Rp40 miliar per bulan," tambah Shafwan.
Portofolio pembiayaan ACC Plaju saat ini masih didominasi oleh segmen kendaraan penumpang (passenger car).
Segmen ini dinilai memiliki risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang jauh lebih aman dan stabil jika dibandingkan dengan segmen kendaraan niaga (commercial car), yang terpukul akibat dampak kenaikan harga BBM serta dinamika ekonomi sepanjang semester pertama 2026.
Baca juga: Rasa Ingin Tahu yang Besar Hantarkan Arsenio Raih Juara Sains Internasional di Filipina