TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Ilma Sani Fitriana jadi sorotan setelah melaporkan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan dan intimidasi.
Ilma merupakan putri dari penulis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Bahar.
Laporan itu dibuat usai dirinya mengaku sempat dibawa ke markas GRIB Jaya di Kedoya, Jakarta Barat, pada Minggu (17/5/2026).
Selain dikenal sebagai anak penulis buku politik, Ilma ternyata memiliki latar belakang akademik dan aktivitas digital yang cukup aktif.
Berdasarkan informasi dari akun media sosial pribadinya, Ilma merupakan lulusan Sastra Korea Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia juga dikenal sebagai kreator konten yang fokus membahas budaya dan bahasa Korea.
Melalui kanal YouTube pribadinya, Ilma kerap membagikan video bertema travel vlog hingga pembelajaran hangeul atau huruf Korea.
Tak hanya itu, Ilma juga pernah menerjemahkan buku asal Korea Selatan berjudul Sun Go Kong Mencari Buah Persik Ajaib karya Chun Joo Young yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer pada 2019.
Namun belakangan, nama Ilma ramai diperbincangkan setelah dirinya mengaku mengalami intimidasi saat berada di markas GRIB Jaya.
Kuasa hukum Ilma, Gufroni, mengatakan kliennya mengalami tekanan verbal hingga diduga ditunjukkan senjata api saat berada di lokasi.
"Bagi kami, ini sudah masuk kepada tindak pidana, ya, penyanderaan, kemudian penculikan, ancaman verbal, kemudian penggunaan senjata api dan segala macam," ujar Gufroni, Jumat (22/5/2026).
"Jadi di situ ada ancaman-ancaman bahwa dia akan dipenjara, diancam dipenjara, kemudian ditunjukan pistol, gitu ya, ditakut-takuti dengan pistol," imbuh dia.
Laporan tersebut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026).
Kasus ini bermula saat belasan orang yang mengaku anggota GRIB Jaya mendatangi rumah Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Kedatangan mereka disebut berkaitan dengan unggahan media sosial Ahmad Bahar yang dianggap menyinggung Hercules.
Saat kejadian, Ahmad Bahar sedang berada di luar rumah. Sementara istrinya, Yenni Nur, juga sedang tidak berada di lokasi.
Menurut pengakuan keluarga, Ilma kemudian dibawa ke markas GRIB Jaya dan disebut akan dijadikan sandera sampai Ahmad Bahar datang menemui mereka.
"Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka, gitu loh."
"Jadi disuruh datang dulu baru anak saya dipulangin, mana itu pas hari ulang tahun anak saya, sedih," jelas Yenni.
Ahmad Bahar mengatakan putrinya berada di markas tersebut selama sekitar enam jam.
Ia menyebut Ilma mengalami tekanan psikologis setelah mendapat intimidasi verbal.
"'Saya tahu loh, datamu. Data ayahmu saya juga tahu. Kamu lahir tanggal 17 kan? Kamu ulang tahun kan?’ Nah di situ dia nangis itu karena disebut ulang tahunnya itu," ungkap Ahmad Bahar menirukan pengakuan putrinya.
Menurut Ahmad Bahar, pengalaman itu meninggalkan trauma bagi anaknya.
"Siapapun orang tua pasti tidak terima mengalami hal itu," lanjut dia.
Baca juga: Laga Pamungkas Persija di JIS, Pelatih hingga Kiper Muda Ingatkan Jakmania Tak Nyalakan Flare
Baca juga: Daftar Lokasi Nobar Persib vs Persijap: Tiket di Stadion Ludes, Bobotoh Sambut Laga Penentuan Juara
Baca juga: Borneo FC Bisa Salip Persib di Tikungan Akhir Penentuan Juara, Bung Kus Analisis Kepentingan Lawan