Skenario Hitam Lumpuhkan RI Terbongkar, Yusril: Ada Kekuatan Luar yang Ingin Tragedi 1998 Terulang!
Muhammad Arief Prasetyo May 23, 2026 08:42 PM

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia Yusril Ihza Mahendra menanggapi kritik tajam media internasional The Economist terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Yusril, kritik dari media asing tersebut bermuara ingin menjadikan Indonesia kembali ke era Presiden Soeharto.

Yusril menilai ada pihak-pihak luar yang sejak dulu menginginkan Indonesia lemah dan tidak menjadi negara besar yang disegani.

"Kritik The Econimist ujung-ujungnya ingin mengembalikan kita ke era Pak Harto, akhirnya bangsa kita hanya menjadi bangsa yang ekspor barang mentah, yang nilai ekonominya tidak sebanding jika sudah jadi produk," tegasnya dalam acara Seminar Nasional: Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence pada Selasa (19/5/2026).

Baca: Prabowo Dikritik Bocah SD! soal Kenaikan Gaji Hakim: Harusnya Guru yang Naik 300 Persen

Baca: Prabowo Antisipasi Hadapi El Nino, Minta BMKG Gencar Operasi Modifikasi Cuaca di Berbagai Wilayah

Yusril menegaskan bahwa dirinya adalah saksi sejarah bagaimana ekonomi RI diguncang dan rupiah dilemahkan.

Padahal saat itu, RI sudah ada pada level pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Ia menyebut Indonesia pernah menghadapi situasi genting tersebut menjelang runtuhnya pemerintahan Soeharto pada 1998.

Yusril menegaskan pemerintah Prabowo kini akan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi, demokrasi, dan kepentingan nasional di tengah meningkatnya tekanan global terhadap Indonesia.

# Skenario # Terbongkar # Lumpuhkan # Yusril # Kekuatan # Tragedi 1998 # Hak Asasi Manusia # Yusril Ihza Mahendra # 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.