Kasus Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Pemdes Beru Desak Pengusutan Maksimal
Idham Khalid May 23, 2026 09:04 PM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Pemerintah Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan seorang mahasiswi yang terjadi di Mataram.

Sebelumnya seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pada Minggu (17/5/2026) malam.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Beru, Joehari Effendy, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa terhadap keamanan warganya.

Meski peristiwa tragis tersebut sempat mengguncang warga, Joehari menyebutkan bahwa kondisi wilayah Desa Beru saat ini masih dalam situasi kondusif. 

"Alhamdulillah, wilayah kami saat ini masih dalam keadaan kondusif," tambahnya.

Ia dan pemerintah desa menegaskan sikapnya untuk menyerahkan sepenuhnya segala bentuk kewenangan hukum kepada pihak berwajib. 

"Kami atas nama Pemerintah Desa Beru menyerahkan sepenuhnya segala bentuk kewenangan hukum kepada pihak berwajib," tegas Joehari.

Joehari juga menyatakan keyakinannya bahwa kepolisian akan bekerja maksimal dalam mengungkap kasus yang menimpa warganya sendiri.

"Kami harap semua bentuk spekulasi akan menjadi terang dan jelas," katanya.

Baca juga: Kasus Perkelahian Berujung Maut di Mataram Diduga Dipicu Masalah Utang

Sementara itu, terkait rencana tindak lanjut dari pemerintah desa, Joehari mengaku hingga saat ini belum memiliki rencana apa pun, ketika proses pengungkapan pelaku terhadap warganya ini tidak sepenuhnya diusut oleh kepolisian.

"Kami belum memiliki rencana apapun saat ini, karena kami yakin bahwa pihak kepolisian akan maksimal mengusut kasus warga kami ini," terangnya 

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengedepankan ketenangan hingga hasil penyelidikan resmi dari kepolisian diumumkan.

"Kami himbau kepada masyarakat kami untuk tidak mudah terprovokasi dan mengedepankan ketenangan," tutupnya.

"Hari ini kami turunkan K-9 untuk melakukan pengecekan di seputaran TKP (Tempat Kejadian Perkara)," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Dharma Yulia Putra, Sabtu (23/5/2026). 

Anjing pelacak ini menyusuri setiap sudut kos-kosan yang berada di wilayah Gomong, Kota Mataram itu, termasuk memeriksa kamar tempat ditemukannya korban NDR asal Sumbawa Barat tak bernyawa. 

Dharma mengatakan, sampai saat ini sudah ada 12 orang saksi yang diperiksa, diantaranya teman dari korban ini. Ia mengatakan saat ini proses masih pada tahap penyelidikan dan masih mengumpulkan bukti-bukti. 

"Sejauh ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dan kami masih mengumpulkan bukti-bukti," kata Dharma. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.