BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kabar anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ternyata belum dirasakan para petani di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Salah satunya diungkapkan Abdul Majid, petani sawit asal Desa Miawa, Kecamatan Piani, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Abdul Majid, hingga saat ini harga sawit di wilayahnya masih tergolong normal dan belum mengalami penurunan signifikan seperti kabar yang beredar di sejumlah daerah lain.
“Kalau kami di Kecamatan Piani, tepatnya di Desa Miawa, belum merasakan penurunan harga. Minggu lalu kami masih menjual ke pengepul seperti biasa,” ujarnya.
Baca juga: Ekspor Sawit dan Batu Bara Bakal Dikelola BUMN, Harga Saham Perusahaan Sawit dan Batu Bara Ambruk
Abdul Majid mengaku dirinya telah sekitar enam tahun menjadi petani sawit.
Selain mengelola kebun sawit, ia juga masih menekuni usaha sebagai petani karet.
Saat ini, lahan sawit produktif miliknya mencapai sekitar tiga hektare.
Bahkan, ia masih terus melakukan pengembangan dengan tambahan sekitar satu hektare lahan baru dan berencana kembali memperluas kebun tahun depan.
“Kami masih menambah penanaman lagi sekitar satu hektare, rencananya tahun depan tambah lagi lahannya,” jelasnya.
Baca juga: Diduga Masuk Kawasan Konservasi di Kotabaru, Petugas Gabungan Tebang Ribuan Pohon Sawit
Untuk harga jual, Abdul Majid menyebut biasanya pengepul datang langsung mengambil hasil panen ke lokasi kebun dengan harga sekitar Rp 2.400 per kilogram.
“Biasanya kami jual di tempat, diambil pengepul Rp2.400 per kilogram,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)