Liverpool Gagal Mendukung Performa Terbaik Hugo Ekitike
Hendra Wijaya May 24, 2026 12:48 AM

Pembicaraan mengenai belanja besar pada musim panas lalu kini telah mereda: Liverpool tampaknya belum memberikan dukungan yang cukup bagi penyerang tengah mereka.

Kisah transfer Alexander Isak ke Liverpool pada musim panas lalu sebagian besar telah terlupakan akibat masalah cedera yang dialaminya sepanjang musim ini.

Langkah agresif di bursa transfer itu memang menarik perhatian besar, namun sedikit yang membahas tentang lini serang yang justru meninggalkan klub. Luis Diaz merupakan elemen penting dalam sistem pressing Liverpool dan kini tampak meningkat pesat bersama Bayern Munich di Bundesliga.

Darwin Nunez tidak terlalu berhasil di Anfield, meski kekuatan fisiknya kerap menyulitkan bek lawan. Ketidakterdugaannya terkadang menjadi nilai tambah. Sementara itu, meninggalnya Diogo Jota menjadi pukulan berat bagi ruang ganti. Ketajaman dan kecepatannya sangat dirindukan di lapangan. Penurunan performa Mohamed Salah musim ini juga membuat tim harus mencari lebih banyak solusi untuk mencetak gol.

Hugo Ekitike menjadi pemain baru yang paling cepat beradaptasi, mencetak tiga gol dalam lima laga pertamanya. Hingga kini ia telah mengoleksi 11 gol di Premier League dan berpeluang menjadi striker murni pertama yang menjadi top skor klub sejak Luis Suarez pada musim 2013/14.

Kenaikan pesat Ekitike dari pemain cadangan Paris Saint-Germain hingga menjadi idola di Merseyside terjadi dengan cepat. Saat membela Eintracht Frankfurt musim lalu, kecepatan dan kemampuan dribelnya menjadi senjata utama dalam serangan balik tim. Ia menunjukkan ketenangan di kotak penalti dengan mencetak 15 gol dari 31 kali tampil sebagai starter, serta menarik perhatian banyak klub berkat fisik dan mobilitasnya.

Namun, saat menghadapi Wolverhampton Wanderers pada Selasa malam, kurangnya kreativitas tim membuatnya harus turun lebih dalam untuk membantu membangun serangan di babak pertama.

Pada menit ke-15, ia berlari dari garis tengah hingga ke kotak penalti, melewati beberapa pemain lawan sebelum memberikan umpan kepada Jeremie Frimpong yang hampir mencetak gol. Tanpa kehadiran Isak dan Florian Wirtz, Ekitike jarang mendapat suplai bola dan sering dipaksa menciptakan peluangnya sendiri.

Pada menit ke-60, ia berhasil mengisolasi Yerson Mosquera dalam situasi serangan balik, dan umpannya hampir membuat bola masuk ke gawang Wolves sendiri. Di akhir laga, sentuhan pertamanya yang brilian membuatnya melewati Hugo Bueno, namun ketika mencoba menuju gawang, ia dijatuhkan oleh pemain asal Spanyol tersebut.

Ekitike memang bukan satu-satunya pencetak gol Liverpool, tetapi ia membutuhkan lebih banyak kreativitas dari rekan-rekan setimnya. Mereka tidak bisa terus mengandalkan situasi bola mati seperti yang dilakukan Arsenal.

Salah dan Cody Gakpo kerap tampil lambat dan gagal melewati bek lawan. Meski Salah berhasil mencetak gol penyama kedudukan di Molineux, itu merupakan gol pertamanya sejak November. Di lini tengah, sirkulasi bola berjalan lambat dan suplai ke striker sangat minim.

Frimpong tampak mampu membantu meringankan beban lewat pergerakan vertikalnya jika mendapat menit bermain lebih banyak. Dalam pertandingan tersebut, Ekitike bahkan sempat memberi instruksi padanya di babak pertama, hingga manajer turun tangan.

Arne Slot mengakui usai laga, “Yang tidak berubah dari lima, enam, atau tujuh pertandingan terakhir adalah kami masih kesulitan mencetak gol dari peluang terbuka yang kami ciptakan.”

Ia menambahkan, “Tidak sebanyak yang saya harapkan jika melihat penguasaan bola kami, tapi cukup banyak dan jauh lebih banyak dibanding tim lawan.”

Apakah Slot atau orang lain yang akan memimpin musim depan, menarik untuk melihat bagaimana tim ini berkembang dalam aspek menyerang dan bagaimana mereka bisa memaksimalkan potensi Isak serta Ekitike.

Jika Salah memutuskan hengkang, salah satu opsi adalah memainkan dua striker tersebut bersama dengan formasi berlian di lini tengah dan Wirtz di posisi gelandang serang.

Sementara jika Liverpool mendatangkan winger baru, pilihan lainnya adalah menempatkan satu penyerang di sisi kiri dan yang lain di tengah, bergantian sepanjang pertandingan.

Bagaimanapun, musim ini Ekitike telah membuktikan dirinya mampu menjadi idola baru di Anfield, namun ia membutuhkan dukungan lebih besar dari rekan-rekan setimnya di Liverpool.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.