Minang Diaspora Network Global Anugerahkan Penghargaan kepada Taufiq Ismail
Mawaddatul Husna May 24, 2026 12:54 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Jakarta

TribunGayo.com, JAKARTA - Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G), Fasli Jalal menyerahkan penghargaan Anugerah Mahakarya Sastra Pencapaian Sepanjang Hayat kepada penyair besar Indonesia, Taufiq Ismail.

Penghargaan itu diserahkan dalam sebuah acara silaturahmi Minang Diaspora Network Global, yang berlangsung di Auditorium YARSI, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Fasli Jalal dalam kesempatan itu mengatakan Taufiq Ismail sebagai sosok yang layak dicalonkan sebagai penerima Hadiah Nobel Sastra, mengingat dedikasi panjangnya dalam membangun tradisi literasi dan kebudayaan Indonesia.

Penyerahan penghargaan ini disaksikan  oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon serta Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi, dihadapan ratusan undangan yang terdiri dari tokoh-tokoh Minangkabau dan diaspora Minang.

Fasli Jalal menegaskan bahwa Taufiq Ismail adalah figur penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi sastra Indonesia sejak dekade 1950-an.

“Dalam usia 92 tahun, beliau tetap produktif, terus menulis, berkunjung ke daerah, serta membaca puisi di hadapan generasi muda,” ujarnya.

Salah satu kegiatan terbaru Taufiq Ismail adalah kunjungannya ke Banda Aceh, dimana ia membacakan puisi dan berdialog dengan siswa di SMA Negeri 10 Fajar Harapan.

Aktivitas tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan sastra kepada dunia pendidikan.

Didukung Menteri Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap usulan MDN-G.

Ia menilai Taufiq Ismail sebagai tokoh yang memiliki rekam jejak kuat dan layak diperhitungkan di tingkat internasional.

“Ini adalah momentum untuk mendorong tokoh sastra Indonesia tampil di panggung dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan ratusan bahasa daerah.

Ia menyebutkan bahwa peradaban Indonesia termasuk yang tertua di dunia, terbukti dengan ditemukannya lukisan purba berusia sekitar 67.800 tahun di Sulawesi.

“Kekayaan ini selama ini belum sepenuhnya terangkat.

Kehadiran Kementerian Kebudayaan diharapkan menjadi motor untuk mengangkat kembali kejayaan budaya bangsa,” tambahnya.

Taufiq Ismail sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh sastra yang konsisten menggerakkan literasi nasional.

Selain menulis puisi, ia aktif mengajak guru dan pelajar untuk mencintai sastra serta menghidupkan kembali tradisi membaca di sekolah.

 Atas jasanya, ia dianugerahi Bintang Mahaputera oleh pemerintah Indonesia.
 

MDN-G juga menyerahkan sejumlah Anugerah penghargaan kepada sejumlah tokoh Minang dari berbagai profesi.

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, serta ratusan tokoh Minangkabau lainnya. (*) 

Baca juga: Tiga Guru dari Aceh Tengah Terima Bingkisan Buku dari Penyair Besar Indonesia Taufiq Ismail

Baca juga: Rindu Penyair Besar Indonesia Taufiq Ismail Tumpah Gunongan, Puitika Tanah Rencong

Baca juga: Taufiq Ismail Baca Puisi di SMA Fajar Harapan Banda Aceh, Pertemuan Batin Antara Kata dan Sejarah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.