TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Janur kuning melengkung rapi di depan Gedung Keuangan Negara, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026) pagi.
Di lokasi yang menjadi salah satu pusat ikonik Kota Kembang tersebut, sebuah kisah romantis berbalut sejarah sepak bola tanah air baru saja tercipta.
Gemuruh nyanyian dan klakson ratusan ribu Bobotoh yang membakar jalanan utama sama sekali tidak mengusik khidmatnya kalimat ijab kabul yang dilantunkan Azhar Lazuardi.
Di hadapan penghulu, ia mantap meminang sang kekasih hati, Delfi Ayusari.
Menariknya, alih-alih merasa terganggu, pasangan pengantin baru ini justru memilih larut dan melebur bersama pesta kemenangan hattrick juara Persib Bandung yang berlangsung tepat di depan gerbang lokasi resepsi mereka.
Tak ingin menyia-nyiakan momen langka yang hanya terjadi sekali seumur hidup, sesaat setelah prosesi akad nikah selesai, Azhar dan Delfi yang masih mengenakan busana pengantin lengkap memilih turun langsung ke Jalan Asia Afrika.
Harum melati dari siger Sunda yang menjuntai rapi di kepala Delfi berpadu kontras namun indah dengan syal Persib Bandung yang mereka bentangkan di tengah jalan.
Sesi photoshoot dadakan itu pun langsung mencuri perhatian massa.
Sejumlah Bobotoh yang melintas spontan bersorak riuh, memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru, hingga mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel mereka.
"Alhamdulillah, pasti happy banget. Selamat buat tim kebanggaan kita berdua, Persib Bandung yang kemarin sudah hattrick juara," ujar Azhar dengan wajah sumringah saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi.
Bagi Azhar, bumbu-bumbu kemacetan dan kepungan massa ini justru menjadi kado pernikahan paling tak terlupakan.
"Ini momen bersejarah buat kita berdua, dan buat Persib juga bersejarah banget. Belum ada klub di Indonesia yang bisa juara berturut-turut sampai hattrick," ucapnya bangga.
Di balik indahnya foto-foto dekorasi, pelaksanaan resepsi ini sejatinya dipenuhi perjuangan ekstra.
Mengingat lokasi gedung berada tepat di jalur utama konvoi, arus lalu lintas di pusat Kota Bandung praktis lumpuh total sejak pagi.
Master of ceremony (MC) dari Kadeudeuh Wedding Planner, Robie Haykal Poetra, menyebut hari itu sebagai fenomena bersatunya dua hajat raksasa di Kota Bandung.
"Hari ini ada dua hajat besar. Hajat pengantin dan hajat Persib Bandung," seloroh Robie.
Guna mengantisipasi situasi lapangan yang terkunci macet, Robie memaparkan bahwa pihak keluarga dan Wedding Organizer (WO) telah melakukan koordinasi ketat selama sepekan terakhir.
Langkah penyelamatan pun diambil.
"Salah satu langkah yang diambil ialah menutup sementara akses utama gedung yang menghadap Jalan Asia Afrika dan mengalihkan seluruh tamu undangan untuk masuk melalui pintu belakang," kata Robie menjelaskan taktiknya.
Meski akses telah dialihkan, dari total 800 undangan yang disebar, hingga pukul 13.00 WIB jumlah tamu yang hadir fisik belum mencapai setengahnya akibat terjebak kepungan arus konvoi di berbagai ruas jalan.
Beruntung, solidnya euforia juara sore itu juga menular pada kebijakan para vendor pernikahan.
Memahami kondisi darurat di lapangan, seluruh vendor kompak memberikan kelonggaran waktu operasional tanpa mengenakan biaya tambahan (charge).
"Harusnya acara selesai jam dua siang, tapi para vendor dengan berlapang dada memberikan tambahan waktu sampai jam tiga atau jam empat sore tanpa biaya tambahan, supaya resepsi ini tetap berjalan optimal dan keluarga bisa menyambut tamu yang telat datang," ujar Robie mengakhiri pembicaraan dengan nada penuh syukur.(*)
Baca juga: Warga Cibiru Berusia 21 Tahun Ditemukan Tewas Ditusuk di Pinggir Jalan saat Euforia Konvoi Juara