TRIBUNAMBON.COM- Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaff, menyampaikan pemberangkatan jemaah haji Indonesia menuju Arafah dimulai pada Senin (25/5/2026).
Proses pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang guna menghindari kepadatan selama fase puncak ibadah haji.
“Pergerakan jemaah akan dibagi dalam tiga trip, yakni pukul 07.00 pagi, 11.30 siang, dan 16.30 sore waktu Arab Saudi,” ujar Maria dalam konferensi pers virtual, Minggu (24/5/2026).
Maria mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi arahan petugas kloter, petugas sektor, pembimbing ibadah, maupun petugas layanan di lapangan selama proses keberangkatan menuju Arafah.
Baca juga: Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Bitung ke Ambon: KM NGgapulu Berangkat 27 Mei 2026, Tarif Rp 359.000
Ia juga meminta jemaah tidak bergerak sendiri maupun mendahului jadwal keberangkatan yang telah ditentukan.
“Jangan bergerak sendiri, jangan mendahului jadwal, dan jangan sampai terpisah dari rombongan. Tetap bersama rombongan selama proses Armuzna,” katanya.
Menurut Maria, fase Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam rangkaian ibadah haji.
Karena itu, jemaah diharapkan menjaga kondisi fisik, mental, serta disiplin mengikuti seluruh aturan dan arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026.
1.200 Tenaga Kesehatan Disiagakan Layani Jemaah Haji Saat Puncak Armuzna
Lebih dari 1.200 tenaga kesehatan disiagakan untuk melayani jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Menteri Haji dan Umrah, Moch Irfan Yusuf, mengatakan setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi satu dokter dan satu perawat guna memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau.
Selain itu, sebanyak 419 petugas kesehatan dari PPIH Arab Saudi juga disiagakan di berbagai titik pelayanan kesehatan.
“Insya Allah bisa melayani jemaah kita selama Armuzna,” kata Irfan Yusuf usai mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Sabtu (23/5/2026).
Kementerian Haji dan Umrah juga menyiapkan sejumlah klinik darurat di titik-titik strategis selama fase Armuzna berlangsung. Kerja sama dengan rumah sakit pemerintah Arab Saudi turut diperkuat untuk menangani jemaah yang membutuhkan rujukan medis lanjutan.
“Kami ada klinik-klinik di sana untuk pelayanan darurat, tetapi tetap bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah Saudi. Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi,” jelasnya.(*)