Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat
- Kepergian AAA (25) alias Anggi, wanita yang ditemukan tewas dibunuh dan jasadnya dibuang dari atas Tol BORR Simpang Yasmin, Kota Bogor, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Di balik tragedi berdarah pada Sabtu (23/5/2026) dini hari tersebut, sang ayah ternyata sempat merasakan firasat pilu yang tak biasa.
Samsudin, ayah angkat Anggi, mengungkapkan bahwa dirinya didera rasa gelisah sejak dua hari sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi.
Firasat tersebut membuat sang ayah sama sekali tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.
"Pas kejadian saya juga kok bangun lagi, bangun lagi. Dua hari sebelum kejadian saya tidak bisa tidur, padahal sudah dipaksakan untuk tidur tapi tetap tidak bisa," ujar Samsudin saat ditemui TribunnewsBogor.com di kediamannya di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (24/5/2026).
Selain rasa gelisah yang dialami sang ayah, kejanggalan lain juga ditunjukkan oleh hewan peliharaan di rumah mereka.
Anggi yang dikenal sebagai sosok penyayang binatang dan memelihara beberapa kucing jenis anggora, mendadak kehilangan salah satu kucing kesayangannya tepat sebelum insiden maut tersebut terjadi.
"Kucingnya ada dua. Tiba-tiba yang satu mati sebelum kejadian. Terus kucing yang satu lagi bertingkah aneh, naik ke atas mobilnya Anggi, lalu jatuh ke bawah sampai berulang kali," kenang Samsudin.
Samsudin menambahkan, aktivitas sehari-hari anaknya memang tidak pernah jauh dari hewan berbulu tersebut.
Selain memelihara di rumah sebagai hiburan tersendiri bagi wanita muda, Anggi juga kerap merawat dan memberi makan kucing-kucing liar yang ada di sekitar lingkungan kantor tempatnya bekerja.
Rasa gelisah dan rangkaian gelagat aneh dari kucing peliharaan tersebut akhirnya terjawab menjadi sebuah kabar duka yang teramat mengejutkan.
Samsudin mengaku sangat terpukul dan syok saat pertama kali mendapat informasi bahwa putri angkatnya telah menjadi korban pembunuhan sadis di kawasan Yasmin.
Apalagi, pelaku yang membuang jasad korban dari atas Tol BORR tersebut belakangan diketahui masih berstatus sebagai teman sekolah korban sendiri.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku di ruas Tol Cisumdawu pada Sabtu pagi, hanya beberapa jam setelah jasad Anggi ditemukan.
Kini, di tengah suasana duka yang menyelimuti rumah mereka di Kemang, Samsudin hanya bisa pasrah sekaligus berharap keadilan ditegakkan seadil-adilnya.
Mewakili keluarga besar, ia meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum memberikan sanksi pidana yang seberat-beratnya kepada pelaku yang dinilai sudah memiliki niat jahat sejak awal.
"Saya kaget sekali pas dengar kabar Anggi meninggal. Sekarang harapan keluarga hanya satu, pelaku harus dihukum setimpal atas perbuatan keji ini," tegas Samsudin.
(*)
# simpang yasmin # pembunuhan # Bogor # tol cisumdawu