TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Jembatan gantung di atas Sungai Salupatagang, Dusun Tinapu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, kini rampung dibangun dan siap difungsikan.
Infrastruktur tersebut dibangun melalui program pemerintah pusat bersama personel TNI.
Kehadiran jembatan menjadi akses baru bagi masyarakat yang selama ini terkendala kondisi sungai, terutama saat cuaca buruk dan debit air meningkat.
Baca juga: Jembatan Gantung Dusun Palado Mamasa Rusak Parah Diterjang Banjir, Akses Warga Putus
Baca juga: Panjang 60 Meter dan Lebar 7 Meter Jembatan Sungai Karema Mamuju Target Selesai Sebelum Desember
Pembangunan jembatan itu merupakan bagian dari Program Jembatan Presiden Prabowo.
Program tersebut difokuskan pada pembangunan jembatan darurat, perintis, dan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia untuk membuka akses daerah terpencil dan memperkuat konektivitas masyarakat.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Senin (25/5/2026), jembatan telah berdiri membentang di atas Sungai Salupatagang.
Jembatan juga dilengkapi papan informasi penggunaan untuk menjaga keselamatan warga yang melintas.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga dapat lebih cepat menuju kebun, mengangkut hasil usaha, hingga mendukung aktivitas sosial dan pendidikan.
Personel Kodim 1427/Pasangkayu yang terlibat dalam pendampingan pembangunan mengatakan jembatan itu tidak hanya menjadi pembangunan fisik, tetapi juga membuka ruang aktivitas masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat. Harapannya fasilitas ini dijaga bersama dan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas warga setiap hari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan personel TNI dilakukan agar manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah.
Sementara itu, warga Kelurahan Pasangkayu, Amran, mengaku bersyukur atas rampungnya jembatan gantung tersebut.
Menurutnya, akses masyarakat kini jauh lebih mudah dan aman dibanding sebelumnya.
“Dulu kalau air sungai naik kami kesulitan melintas. Sekarang sudah lebih cepat dan aman untuk pergi ke kebun maupun aktivitas lainnya,” katanya.
Dengan hadirnya jembatan gantung tersebut, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga diharapkan semakin lancar serta mampu menunjang perkembangan wilayah sekitar. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan