TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kegembiraan luar biasa terpancar dari raut wajah Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, di tengah lautan Bobotoh yang memadati rute konvoi juara dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka, Minggu (24/5/2026).
Keberhasilan Maung Bandung mengunci gelar three-peat alias juara tiga musim berturut-turut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia diakui Umuh sebagai pencapaian yang sangat dahsyat.
Namun di balik perayaan besar tersebut, manajemen Persib bergerak cepat memikirkan masa depan tim.
Fokus utama kini tertuju pada durasi masa bakti sang arsitek taktik, Bojan Hodak.
Umuh Muchtar secara terbuka melayangkan harapan tinggi agar juru taktik asal Kroasia tersebut tetap bertahan (stay) di Kota Kembang guna melanjutkan estafet emas Pangeran Biru.
"Mudah-mudahan pelatih (Bojan Hodak) masih bersama-sama kita dan ke depan kita bisa juara keempat kali," ujar Umuh dengan nada penuh optimisme di sela-sela perayaan juara.
Terkait perombakan komposisi pemain menjelang bergulirnya kompetisi musim depan, pria yang akrab disapa Pak Haji ini menegaskan bahwa fondasi skuat yang ada saat ini sudah sangat solid.
Secara pribadi, ia ingin materi pemain juara ini tidak banyak diubah.
Kendati demikian, Umuh tetap menghormati regulasi internal klub dan memberikan hak prerogatif penuh kepada Bojan Hodak untuk menyusun formula pemain, termasuk dalam memantau rumor merapatnya dua pilar asing baru, Maxwell Souza (Persija Jakarta) dan Bart Ramselaar (Lion City Sailors).
"Harus dong dipertahankan (para pemain juara saat ini). Tapi, semua masukan kembali lagi dari pelatih. Semua tergantung keputusan pelatih," kata Umuh menegaskan batasan wewenangnya.
Nostalgia perjuangan musim ini juga sempat diungkit oleh Umuh.
Ia mengenang momen dramatis saat dirinya harus memaksakan diri berangkat mengawal tim ke Parepare meski dalam kondisi kesehatan yang kurang fit.
"Alhamdulillah, cita-cita kita tercapai atas izin Allah dan doa dari semuanya."
"Alhamdulillah juga kekuatan pemain Persib begitu dahsyat. Saya sempat ke Parepare sedang sakit yang rencananya tak akan berangkat karena pukul 10.00 WIB belum mendapat tiket, akhirnya saya berangkat pukul 12.00 WIB memakai Whoosh."
"Sampai di sana langsung mengarahkan anak-anak untuk bisa menang. Jadi, ini suatu kebanggaan dan Persib murni juara, tak ada main-main," tuturnya panjang lebar.
Sebagai penutup, tokoh sepak bola Jawa Barat ini juga menyelipkan pesan tajam terkait peningkatan mutu kompetisi.
Umuh memberikan rapor hijau bagi kepemimpinan wasit asing sepanjang musim ini dan meminta pengadil lapangan lokal untuk tidak kalah saing dalam hal kualitas dan integritas.
"Saya tak pernah ejek atau menjelekkan wasit kalau Persib kalah, asalkan pertandingan dan wasitnya bagus. Tapi, kalau wasitnya macam-macam, saya terus terang siapa pun juga saya serang," pungkasnya.(*)
Baca juga: SOSOK Bart Ramselaar: Eks Jawara Eredivisie Belanda yang Tebar Kode Keras ke Persib Bandung