SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi melanda sebagian wilayah Aceh.
Prakirawan BMKG Kelas I SIM Banda Aceh, Dedi, menjelaskan, cuaca hujan disertai angin kencang ini diakibatkan karena adanya daerah belokan angin, serta konvergensi di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, kata dia, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Sumatra juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. “Kondisi-kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah Aceh,” jelasnya, kepada Serambi, Minggu (24/5/2026).
Dedi menyampaikan, berdasarkan hasil pantauan BMKG, pada Minggu (24/5/2026) hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Bireuen, dan Gayo Lues.
Sementara, pada Senin (25/5/2026) cuaca ekstrem diprediksi melanda wilayah Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Dedi mengungkap, bahwa hujan sedang hingga lebat ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada sore-malam hari. Hal ini disebabkan karena pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika hujan turun. “Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” pungkasnya.
Di sisi lain, BMKG juga mencatat pola angin di wilayah Aceh yang umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 06-31 knot. Kecepatan angin
tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Sabang-Banda Aceh dan perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar.
Pola angin tersebut berpengaruh pada kondisi gelombang laut, di mana gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Utara Pidie Jaya-Aceh Besar, dan Perairan Aceh Singkil Pulo Banyak. Sementara itu, gelombang setinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, dan Perairan Selatan Simeulue.
Atas kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, hingga pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpengaruh pada tingginya gelombang laut.
37 titik panas
Dedi menambahkan, BMKG juga mendeteksi adanya 37 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Aceh, Minggu (24/5/2026). “Dari hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, & Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, terdapat 37 titik panas di Provinsi Aceh,” katanya.
Menurut dia, sejumlah titik panas tersebut merupakan hasil pantauan mereka pada Sabtu (23/5/2026) sejak pukul 00.00 hingga 23.00 WIB. Dalam laporan BMKG, sebaran titik panas tersebut terpantau di 12 kabupaten berbeda, yaitu di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, dan Nagan Raya.
Wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Aceh Singkil, yakni terdapat 10 titik, dengan 6 titik di Kecamatan Suro Makmur, 3 titik di Singkohor, dan 1 titik di Kecamatan Danau Paris.
Kemudian di Aceh Barat Daya terpantau 2 titik di Kecamatan Babahrot dan 4 titik di Aceh Jaya, tepatnya di Kecamatan Teunom. Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Aceh Selatan yang tersebar di Kecamatan Trumon 5 titik dan Kecamatan Trumon Timur 1 titik.
Di wilayah barat selatan Aceh, titik panas turut terpantau di kawasan Nagan Raya sebanyak 2 titik yakni di Kecamatan Darul Makmur dan 1 titik di Kota Subulussalam tepatnya di Kecamatan Simpang Kiri.
Sebaran titik panas lainnya ditemukan di Kabupaten Aceh Tamiang 1 titik yakni di Kecamatan Sekerak. Lalu, 3 titik di Kabupaten Aceh Tengah di Kecamatan Linge, serta 4 titik di Kabupaten Aceh Timur yang tersebar di Kecamatan Darul Falah, Indra Makmu, dan Pante Bidari.
Selain itu, masing-masing 1 titik panas juga terpantau di Kabupaten Aceh Utara tepatnya Kecamatan Lhoksukon dan Kabupaten Bireuen di Kecamatan Simpang Mamplam.
Terakhir, di wilayah Kota Lhokseumawe juga terpantau 2 titik panas di Kecamatan Muara Satu.
“Dari seluruh titik panas yang terpantau, sebanyak 34 titik berada pada kategori kepercayaan sedang atau medium, sementara tiga titik lainnya dalam kategori tinggi,” katanya.
Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lain sebagainya.(ra)