Kekalahan AC Milan dari Cagliari Calcio pada Senin, 25 Mei 2026 dinihari WIB menjadi pukulan telak bagi Rossoneri di penghujung musim. Bermain di San Siro pada laga penentuan, Milan justru tumbang dengan skor 1-2 setelah sempat unggul lebih dulu. Hasil ini langsung mengubur harapan mereka untuk tampil di kompetisi elit Eropa musim depan.
Berdasarkan data klasemen akhir, posisi Milan berada di luar empat besar. Mereka finis di peringkat kelima dengan 70 poin, tertinggal dari AS Roma dan Como yang berhasil mengamankan tiket Liga Champions. Situasi ini terjadi setelah Milan gagal meraih poin maksimal di laga terakhir, sementara pesaingnya justru meraih kemenangan penting.
Dalam pertandingan tersebut, Milan sebenarnya membuka keunggulan cepat melalui gol di awal laga. Namun, Cagliari mampu bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gol yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah. Kekalahan ini terasa semakin pahit karena terjadi di kandang sendiri dan di momen paling krusial musim ini.
Kegagalan ini bukan hanya soal satu pertandingan, tetapi akumulasi dari performa yang menurun drastis di paruh kedua musim. Milan hanya mampu meraih satu kemenangan dalam beberapa laga terakhir, membuat posisi mereka di klasemen terus tergerus hingga akhirnya keluar dari zona Liga Champions.
Padahal sebelumnya, Milan sempat berada dalam posisi aman di empat besar. Namun inkonsistensi permainan, terutama di laga kandang, menjadi faktor utama kegagalan mereka. Tekanan dari tim-tim pesaing seperti Roma dan Como juga membuat persaingan semakin ketat hingga pekan terakhir.
Hasil ini membuat Milan harus puas berlaga di kompetisi kasta kedua Eropa musim depan. Secara finansial dan prestise, kegagalan lolos ke Liga Champions tentu menjadi kerugian besar bagi klub sebesar Milan, yang memiliki sejarah panjang di kompetisi tersebut.
Kini, evaluasi besar menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen dan pelatih. Pertanyaan besar muncul: apakah ini hanya kegagalan sesaat, atau tanda bahwa Milan perlu melakukan perubahan besar untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa?