TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan wilayah yang berpotensi hujan pada periode Senin–Selasa, 25–26 Mei 2026.
Dalam keterangan resminya pada Kamis (21/5/2026), BMKG menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Indonesia masih menunjukkan dinamika khas masa peralihan.
Berkurangnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari di sejumlah wilayah membuat pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif, sehingga suhu udara terasa lebih panas pada siang hari.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Manado Sulut Hari Ini Senin 25 Mei 2026, Semua Kecamatan Bakal Diguyur Hujan
Pada periode 18–20 Mei 2026, suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius masih teramati di sejumlah wilayah, seperti Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.
Kondisi panas tersebut turut mendukung proses pembentukan awan hujan, terutama pada sore hingga malam hari di wilayah dengan kelembapan udara yang cukup.
Hal ini juga sejalan dengan masih terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah pada periode yang sama.
BMKG menjelaskan, peningkatan potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas sejumlah fenomena atmosfer yang sedang aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 4 (Maritime Continent), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di beberapa wilayah turut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan perlambatan angin, sehingga kondisi atmosfer menjadi lebih mendukung pembentukan awan hujan.
Berdasarkan analisis iklim global terkini, ENSO terpantau berada pada fase El Nino Condition dengan nilai SOI -11,5 dan indeks NINO 3.4 +0,68.
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan berkurangnya pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Namun demikian, aktivitas intraseasonal masih menunjukkan dukungan terhadap pembentukan awan hujan.
Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif pada fase 4 (Maritime Continent) dan berpotensi memengaruhi Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, hingga bagian utara Papua.
Dalam sepekan ke depan, Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi aktif di sejumlah wilayah Indonesia.
Begitu juga Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) diprediksi aktif di Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Selat Makassar, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudra Hindia barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah, termasuk dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Sumatra Barat, Laut Flores, Perairan Maluku, hingga Laut Halmahera dan Laut Filipina.
BMKG menyebut, kombinasi gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, belokan dan perlambatan angin, serta tingginya kelembapan udara berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Lantas, wilayah mana saja yang berpotensi hujan pada Senin-Selasa, 25-26 Mei 2026?
Dilansir dari laman remsi BMKG, berikut wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang di Indonesia pada Senin-Selasa, 25-26 Mei 2026.
1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:
2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:
3. Wilayah yang berpotensi angin kencang:
1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:
2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:
3. Wilayah yang berpotensi angin kencang:
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini