Klarifikasi Ratu Sofya soal Somasi Orang Tua, Singgung Hak Film dan Adegan Dewasa
Tim TribunTrends May 25, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Aktris Ratu Sofya akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebut dirinya melayangkan somasi kepada ibu kandungnya sendiri. Polemik tersebut sempat ramai diperbincangkan publik setelah ibunda Ratu Sofya menghadiri konferensi pers rumah produksi HAS Pictures dan menangis karena merasa disomasi oleh anaknya.

Situasi tersebut semakin menjadi perhatian lantaran hubungan komunikasi Ratu Sofya dengan kedua orang tuanya disebut telah lama renggang. Dalam konferensi pers itu, sang ibu juga sempat menyampaikan pesan agar putrinya segera kembali pulang ke rumah.

Namun, Ratu Sofya menegaskan bahwa kabar mengenai somasi terhadap ibunya sama sekali tidak benar. Didampingi tim kuasa hukumnya, Ratu Sofya menggelar konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), untuk memberikan klarifikasi secara langsung kepada publik.

"Tidak ada somasi, saya tidak pernah mensomasi ibu saya. Dan papa saya, saya tidak pernah," ujar Ratu Sofya dengan tegas di depan para jurnalis.

Dokumen yang dikirimkan Ratu Sofya kepada ayahnya disebut hanya berupa surat pernyataan sikap dan penegasan resmi terkait persoalan profesional antara pihak artis dengan rumah produksi HAS Pictures.

Risvan menjelaskan, surat tersebut dibuat sebagai respons setelah Ratu Sofya dan ayahnya lebih dahulu menerima somasi dari pihak HAS Pictures. Karena itu, isi surat tidak mengandung ancaman hukum maupun tuntutan tertentu seperti karakteristik somasi pada umumnya.

KONFLIK RATU SOFYA - Aktris Ratu Sofya memberikan klarifikasi terkait tudingan somasi kepada orang tuanya saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). Ratu Sofya menegaskan surat yang dikirimkan kepada ayahnya bukan somasi, melainkan penegasan sikap profesional terkait kerja sama dengan HAS Pictures.
KONFLIK RATU SOFYA - Aktris Ratu Sofya memberikan klarifikasi terkait tudingan somasi kepada orang tuanya saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). Ratu Sofya menegaskan surat yang dikirimkan kepada ayahnya bukan somasi, melainkan penegasan sikap profesional terkait kerja sama dengan HAS Pictures. (Grid.id/Christine Tesalonika)

Selain itu, surat tersebut memang dialamatkan kepada ayah Ratu Sofya karena sang ayah merupakan pihak yang tercatat menandatangani kontrak kerja sama dengan rumah produksi tersebut.

"Kami juga sudah menyampaikan semua itu dalam surat kepada pihak yang menandatangi surat kerja sama dengan PT HAS ya. Jadi, semua informasi itu sudah tersampaikan sebenarnya," kata Risvan.

Permasalahan ini bermula dari konflik mengenai kewajiban promosi film berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. HAS Pictures menganggap Ratu Sofya tidak menjalankan kewajiban promosi film yang telah diproduksi.

Dalam pernyataannya, pihak produser juga sempat menyinggung bahwa alasan Ratu Sofya menolak promosi diduga berkaitan dengan keberadaan adegan seksual atau adegan dewasa di dalam film tersebut. Pernyataan itu kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial.

Pihak Ratu Sofya langsung membantah tudingan tersebut. Mereka menegaskan keputusan untuk tidak terlibat dalam promosi film bukan disebabkan keberatan terhadap adegan tertentu, melainkan karena adanya hak profesional yang belum dipenuhi oleh pihak rumah produksi.

Baca juga: Ratu Sofya Somasi Orang Tua Kandungnya Sendiri, Sang Ibu Terpukul & Kenang Perjuangan Keluarga

"Ratu bukannya mengingkari atau menolak. Tapi ada hak yang memang harus diperoleh Ratu terlebih dahulu," ucap Risvan mengenai alasan penahanan promosi tersebut.

Tim kuasa hukum Ratu Sofya menilai kerja sama profesional harus berjalan secara seimbang antara artis dan pihak produksi. Mereka meminta agar seluruh hak kliennya selama proses syuting diselesaikan terlebih dahulu sebelum kewajiban promosi dijalankan.

"Pada prinsipnya, klien kami sebagai artis dan memang secara patut dan layak supaya mendapatkan haknya," kata Dede Rahmat, S.H., yang juga merupakan tim kuasa hukum Ratu Sofya.

Dede Rahmat juga menyayangkan keputusan HAS Pictures yang melibatkan ibu kandung Ratu Sofya dalam konflik industri tersebut. Menurutnya, kemunculan sang ibu dalam konferensi pers rumah produksi menjadi pemicu terbentuknya opini negatif terhadap Ratu Sofya.

"Jadi, kami mengirimkan surat pernyataan dan penegasan, bukan somasi. Jadi, tidak ada somasi sama sekali dari klien kami kepada orangtuanya, seperti itu," tutur Dede meluruskan duduk perkara.

Kini, Ratu Sofya bersama tim hukumnya meminta seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran informasi yang dinilai keliru mengenai somasi terhadap orang tua. Mereka juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila isu tersebut terus disebarkan dan merugikan nama baik sang aktris. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/tsaniyah faidah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.