2 WNA Tewas Usai Jatuh dari Jembatan Air Terjun Cunca Wulang NTT, Pemandu Ungkap Kronologinya
Tim TribunTrends May 25, 2026 11:52 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), tewas saat berwisata di objek wisata alam Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (24/5/2026). Keduanya terjatuh dari jembatan kayu setinggi sekitar 10 meter setelah penyangga jembatan diduga patah hingga menyebabkan papan ambrol.

Peristiwa ini langsung menyorot perhatian aparat kepolisian yang kini tengah melakukan penyelidikan terkait kelayakan fasilitas di lokasi wisata tersebut.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan pihaknya akan mengusut kejadian ini secara transparan.

Sementara itu, pemandu wisata Muhardin mengungkap kronologi sebelum insiden terjadi. Ia menyebut kedua WNA tersebut datang ke lokasi sekitar pukul 09.20 Wita bersama sopir pribadi mereka, Julius Mam (45), lalu melakukan registrasi sebelum memulai trekking menuju air terjun.

Saat melintasi jembatan gantung kayu, keduanya sempat meminta pemandu untuk merekam dari belakang.

“Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Mereka sempat meminta saya, 'Tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini, ya," ungkap Muhardin dengan suara bergetar mengingat kejadian mengerikan tersebut, dikutip dari Pos Kupang.

Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap Jurgen dan Astrid, dua WNA yang tewas usai terjatuh dari jembatan di kawasan air terjun NTT.
WNA TEWAS TERJATUH - Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap Jurgen dan Astrid, dua WNA yang tewas usai terjatuh dari jembatan di kawasan air terjun NTT. (Dokumentasi Pos SAR Labuan Bajo/via Kompas.com)

Namun, tak lama setelah berjalan sekitar 10 meter, terdengar suara kayu patah keras sebelum jembatan tiba-tiba ambruk.

"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras—seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total," lanjutnya.

Baca juga: Baru Bekerja, ART Berusia 20 Tahun di Kelapa Gading Diduga Dirudapaksa Sopir

“Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," jelas Muhardin.

Melihat kejadian itu, pemandu langsung berlari ke pos tiket untuk meminta bantuan warga sekitar. Kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo, Labuan Bajo, namun nyawa keduanya tidak tertolong.

Sekretaris Desa Cunca Wulang, Benediktus Hartono, mengatakan jembatan tersebut sebelumnya telah direnovasi pada 2023 dan secara kasat mata masih terlihat layak digunakan.

"Secara kasat mata jembatan masih layak dilintasi karena bagian penyangga yang usang tidak terlihat dari atas. Apalagi jembatan ini sudah pernah direnovasi pada tahun 2023," ujar Benediktus.

Ia menduga insiden terjadi karena beban berlebihan saat korban melintas.

"Kemungkinan karena beban berlebihan sehingga penyangganya patah," imbuhnya.

Polisi kini juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

"Tim Identifikasi (Inafis) Sat Reskrim Polres Manggarai Barat sudah melakukan olah TKP mendalam untuk memeriksa kelayakan teknis jembatan kayu tersebut," terang Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah daerah turut menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh fasilitas wisata di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Tribuntrends.com/Grid.ID/Ayu Wulansari K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.