Izin Jemput Anak lalu Hilang, ART di Surabaya Kabur Bawa Emas dan Dolar Majikan, Baru Sehari Kerja
pairat May 25, 2026 01:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Baru sehari kerja, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Surabaya ini langsung melancarkan aksinya kabur menggondol harta sang majikan.

ART berinisial ER (40) merupakan warga Desa Manggisan, Tanggul, Jember, Jatim.

ER ditangkap saat bersembunyi di kosannya kawasan Jalan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, pada Jumat (22/5/2026) setelah diduga mencuri emas batangan dan sejumlah uang dolar senilai sekitar Rp30-an juta di rumah milik majikannya di kawasan Jalan Legundi, Genteng, Surabaya.

Ia diamankan Anggota Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah saat bersembunyi di kosannya kawasan Jalan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, pada Jumat (22/5/2026). 

Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, Pelaku ER ditangkap di kosannya kawasan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, pukul 18.00 WIB, Jumat (22/5/2026)

Penangkapan dilakukan petugas setelah melakukan serangkaian tahapan penyelidikan, seperti meminta keterangan saksi, menganalisa rekaman CCTV, dan olah TKP. 

Modus Melamar Kerja dari Unggahan Facebook

Modusnya, pelaku menawarkan diri sebagai asisten rumah tangga pada unggahan tawaran lowongan kerja yang dibuat korban melalui Facebook. 

Kemudian, pelaku berlagak sebagai asisten rumah tangga berpengalaman hingga akhirnya berhasil memperoleh kepercayaan korban atau sang majikan untuk dipekerjakan. 

Seterusnya memperoleh kepercayaan tersebut, pelaku mulai berlagak bekerja membersihkan dan merapihkan area dalam kamar rumah majikannya. 

Nah, pada momen tersebut, pelaku memanfaatkannya untuk mencuri harta benda milik korban di dalam kamar. 

"Tersangka mengakui telah melakukan pencurian emas dengan cara bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tersangka mencuri emas dan uang di kamar korban," ujarnya saat dihubungi awak media, pada Minggu (24/5/2026). 

Pelaku Sudah Pernah Targetkan 2 Rumah Korban

Ternyata, menurut Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Raditya Herlambang, Pelaku ER sudah berhasil memperdaya dua orang korban. 

Selain korban di Kecamatan Genteng, Surabaya, pelaku pernah beraksi di rumah warga Jalan Kedinding Lor, Kenjeran Surabaya. Korban berinisial T mengalami kerugian hingga sekitar Rp 26 juta, pada Kamis (30/4/2026). 

Kemudian mengenai keberadaan barang bukti emas curian pelaku. Herlambang mengaku masih mendalami keterangan pelaku dalam proses interogasi lanjutan

"Tersangka di Banyu Urip kos atau kontrak. Untuk motif ekonomi. Untuk emas masih belum mengaku apakah sudah dijual atau belum. Kami masih perlu pemeriksaan pendalaman," ujar Herlambang. 

Kesaksian Korban yang Kini Lebih Berhati-hati Memilih Pembantu

Korban Diah Lesty (32) menceritakan, dirinya baru menyadari jika harta bendanya hilang diduga kuat dicuri oleh pembantu rumah tangganya itu, setelah menyadari gelagat aneh si terduga pelaku. 

Pada hari pertama bekerja membantunya membersihkan rumah, si pembantu mendadak meminta izin untuk menjemput anaknya pulang sekolah, tepat pukul 10.00 WIB, pada Senin (20/4/2026)

Ia lantas memberikannya izin beristirahat sejenak, hingga akhirnya menyadari bahwa si pembantu itu tak kunjung kembali ke rumahnya untuk melanjutkan bekerja. 

Bahkan, saat ditelpon nomor kontaknya melalui sambungan seluler dan WhatsApp (WA), nomor telepon si pembantu tidak lagi bisa tersambung. 

"Jam 10 dia tiba-tiba izin mau menjemput anaknya. Nah, terus setelah itu dia enggak balik lagi," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di depan teras rumahnya, pada Rabu (20/5/2026). 

Menyadari ada gelagat yang tak beres dari sang pembantu baru. Lesty berinisiatif mencari informasi lain mengenai sosok si pembantu melalui aplikasi pendeteksi penamaan kontak WA, bernama Get Contact. 

Ternyata, nomor si pembantu banyak dinamai oleh orang lain dengan penyebutan; pelaku penipuan. Setelah mengetahui fakta tersebut, ia bergegas memeriksa kamar tempatnya menyimpan harta benda perhiasan dan uang tabungan. 

"Uangnya dolar sih gitu itu saya juga belum hitung berapanya gitu. Tapi yang jelas ya emas itu yang paling kelihatan," katanya. 

Bak tersambar petir di siang bolong, setelah memeriksa seisi kamar pribadinya beserta sang suami. Ternyata, 10 gram emas batangan dan sejumlah uang tunai mata uang dolar tabungan keluarganya, hilang. 

Lesty menduga kuat bahwa hilangnya sejumlah harta bendanya itu dicuri oleh si pembantu baru yang gelagatnya mencurigakan bahkan tiba-tiba kabur tanpa kejelasan. 

Apalagi, seingat Lesty, pada momen terakhir, sebelum keluar rumah untuk izin pulang, si pembantu sempat berlagak sibuk menyapu atau membersihkan area kamarnya. 

Dan, dirinya saat itu, sedangkan memomong anak di ruangan tengah. 

"Nah, setelah saat itu akhirnya saya sadar terus cek-cek barang juga dan ternyata memang ada yang hilang. Setelah kejadian saya langsung cek CCTV dan langsung lapor Polisi dan diproses juga hari itu," ungkapnya. 

Lantas, bagaimana Lesty mengenal si pembantu tersebut. Ia menceritakan, dirinya memang sempat membuat unggahan melalui akun sosmednya untuk mencari pembantu atau asisten rumah tangga. 

Ternyata, sosok si perempuan terduga pelaku itu yang menghubunginya melalui nomor WA pada unggahan sosmed tersebut. 

"Ya memang untuk kerjanya PP harian pulang pergi gitu. Terus habis itu baru kerja sehari ternyata dia ternyata maling gitu," jelasnya. 

Cuma, Lesty mengakui jika terdapat sejumlah kejanggalan terhadap perangai si pembantu selama bekerja di rumahnya. 

Setiap dimintai tanda pengenal seperti kartu identitas KTP, kerap kali berkelit. Bahkan, selama berada bekerja di rumahnya, kerap kali memakai masker dan kaca mata hitam.

"Dia kerja pakai ketutup semua pakai kerudung pakai kacamata dan pakai masker selama kerja gitu. Dan ternyata pelat nomor motornya juga palsu setelah diselidiki sama Polisi," ungkapnya. 

Mengenai ciri-ciri fisik si pembantu tersebut. Lesty menerangkan, sosok si pembantu berpostur tubuh cenderung tambun dan tinggi. 

Lalu, warna kulitnya cenderung gelap pada jemari tangan kanan terdapat dua cincin terpasang. 

"Dia selalu pakai cincin dua gini loh nyambung gitu kanan kiri. Ya maksudnya bersebelahan. Gitu. Saya rasa 40-an, usianya," katanya. 

Kini, Lesty mengaku lebih berhati-hati dan waspada setelah kejadian tersebut. Terlebih lagi, ia juga mengimbau masyarakat berhati-hati dengan modus kejahatan serupa. 

"Harapannya sih buat yang mencari tenaga kerja lebih hati-hati aja dalam menyeleksi orang gitu karena sekarang modus kejahatan itu macam-macam gitu," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.