TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri memastikan penyebab gangguan kelistrikan atau blackout yang terjadi di Sumatra sejak Jumat (23/5/2026) bukan karena adanya sabotase.
Hal itu dibuktikan dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Dittipidter Bareskrim Polri, Dittipidum Bareskrim Polri dan PLN.
"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," kata Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).
Nunung mengatakan hasil pemeriksaan sejumlah saksi di lapangan, dugaan penyebab gangguan listrik itu karena cuaca buruk.
Meski begitu, Polri masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra," jelasnya.
Baca juga: Sumatera Blackout: 7 Warga Keracunan Asap Genset, 4 Tewas, Mahasiswi Terjebak 50 Menit di Lift
Ia mengatakan dari pemeriksaan titik awal yakni di sekitar tower transmisi di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, ditemukan adanya kabel transmisi yang mengalami putus.
Ia menuturkan putusnya kabel itu menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai, sehingga berdampak pada blackout massal di Sumatra.
"Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan saksi yang kami temukan di masyarakat sekitar lokasi kejadian dan menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," jelasnya.
Saat ini, lanjut Nunung, pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peristiwa ini.
Baca juga: Investigasi Blackout Sumatera Berlanjut, PLN Diminta Fokus Perkuat Sistem Listrik
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta PLN untuk menginvestigasi penyebab pemadaman listrik massal atau blackout di Sumatera.
Pemadaman listrik massal atau blackout melanda sejumlah wilayah di Sumatra bagian utara sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Sabtu (23/5/2026).
Gangguan sistem kelistrikan ini berdampak luas di Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Barat.
Bahkan di Aceh, listrik padam berlangsung lebih dari 10 jam dan menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh.
AHY mengatakan, dia mengetahui kabar terjadinya pemadaman listrik massal di Sumatera.
Menurutnya, listrik merupakan pelayanan publik paling dasar, sehingga perlu dipastikan pemenuhannya untuk masyarakat.
Baca juga: Riau Blackout: Leslie Khawatir Listrik Tiba-tiba Padam saat Anaknya CT Scan, Gelap Total
"Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera. Dan sebetulnya ya kita harus memastikan pelayanan publik yang paling mendasar diantaranya listrik ini juga selalu tersedia," kata AHY, usai menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Munas Ikastara), di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).