Mengintip Isi Wisata Rongsok Depok, Tempat berburu Barang Antik
GH News May 25, 2026 02:09 PM
Depok -

Bagi sebagian orang, barang bekas mungkin hanya dianggap sebagai tumpukan barang-barang yang dibuang. Di tangan Nurholis, pemilik Mall Wisata Rongsok kumpulan barang-barang bekas ini diubah menjadi pengalaman berbelanja yang unik Mall Rongsok/Wisata Rongsok.

Jika traveler bosan dengan suasana khas pusat perbelanjaan besar, lokasi ini menawarkan kesempatan yang mengasyikkan untuk berburu harta karun vintage, termasuk perabot kantor, alat musik, dan perangkat elektronik retro yang menarik secara visual.

Beberapa waktu lalu detikTravel berkesempatan untuk menggali kisah menarik di balik surga barang bekas yang berlokasi di, dengan berbincang bersama Aditya (30), putra pemilik sekaligus Wisata Rongsok.

Siapa sangka, kerajaan bisnis barang antik yang kini memiliki ribuan koleksi ini berawal dari sebuah kios servis TV sederhana di tahun 1997. Aditya menceritakan bahwa sang ayah, Nurholis, awalnya adalah sosok yang gemar mencoba berbagai macam bidang usaha demi menghidupi keluarga.

"Nah, awalnyabanyak macam usaha ya, dari mulai bengkel mobil, bengkel motor, jualan makanan, jualan bengkel sepeda juga dan lain sebagainya. Banyak, ada sekitar 30-an bidang usaha lah," kenang Aditya.

Merasa tak ada yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya, Nurholis seorang penggemar berburu barang bekas di pasar loak memutuskan untuk terjun ke dunia penjualan kembali barang-barang temuan tersebut. Pada akhir tahun 1990-an, saat internet belum merasuki kehidupan sehari-hari, promosi dilakukan dengan cara yang lebih tradisional, yaitu mengandalkan iklan baris di koran.

Pendirian resmi cikal bakal Mall Rongsok, terjadi pada tahun 1998. Pada awalnya, fokus utama mereka adalah penjualan suku cadang sepeda motor dan komponen elektronik internal untuk televisi.

Antara tahun 2012 dan 2014, bisnis ini mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pendekatan inovatif mereka dalam menerima berbagai macam barang bekas menjamin masuknya produk yang stabil dan melimpah. Seiring dengan terus meningkatnya arus barang, gudang utama tidak lagi mampu menampung koleksi yang terus bertambah.

Menanggapi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021, keluarga Nurholis mengambil inisiatif untuk mendirikan cabang baru bernama Wisata Rongsok.

Mall Rongsok (Cabang Utama)

Terletak di Jl. Bungur Raya, Beji Depok, yang berdekatan dengan jalan utama. Barang-barang kini dipajang dengan tata letak yang lebih terorganisir dan modern, menampilkan koleksi yang dianggap premium dan lengkap.

Wisata Rongsok (Cabang):

Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang berlebih yang berasal dari lokasi utama. Lingkungan ini menghadirkan tantangan unik bagi para penggemar barang antik, karena barang-barang ditata secara organik, menampilkan segala sesuatu mulai dari meja dan kursi kantor hingga drum musik yang digantung di langit-langit gedung. Lokasinya di tepat di seberangnya di lokasi Jl. Kukusan Raya.

Sebelum menetap di dekat lokasi utama, mereka menjajaki peluang ekspansi ke wilayah Bogor dan Cinere. Namun, tantangan koordinasi dan biaya logistik yang tinggi untuk pengiriman massal akhirnya mengarah pada keputusan untuk memusatkan operasi kembali, memastikan semuanya tetap berada dalam jarak yang dekat.

Di tengah gelombang pasar dan platform online yang tak henti-hentinya saat ini, Wisata Rongsok telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Aditya mengungkapkan bahwa perbedaan utama antara usaha mereka dan kios barang bekas konvensional terletak pada sistem pembelian.

Sementara kios barang bekas pada umumnya membeli barang per kilogram atau berdasarkan berat, Mall Rongsok berani memilih untuk membeli barang secara grosir atau satuan, dengan mengambil langsung dari kantor atau rumah yang akan dibongkar.

"Konsepnya kita menerima segala macam barang. Kalau kursi atau meja, kita biasa belanja satuan atau borongan, enggak nimbang," jelas Aditya.

Hal ini membuat kualitas barang yang mereka miliki jauh lebih terjaga dan bernilai tinggi. Sistem harganya pun fleksibel, sangat bergantung pada kualitas bahan dan modal awal saat berbelanja barang tersebut.

Ketika ditanya mengenai rahasia konsistensi bisnis keluarganya selama hampir tiga dekade, Aditya hanya menjawab singkat yakni Nekat dan berani berspekulasi.

"Kalau kulihat Bapakku ya, orangnya berani. Berani spekulasi. Namanya usaha atau dagang, kita enggak akan selalu untung. Jadi bagi , ya rugi sekali-dua kali enggak masalah, tapi untung ke depannya kan masih bisa berjalan untuk jangka panjang," pungkas Aditya.

Bagi Anda para pencinta estetika vintage, kolektor barang jadul, atau sekadar ingin merasakan pengalaman rekreasi yang berbeda di akhir pekan, menjelajahi lorong-lorong penuh cerita di Mall Rongsok dan Wisata Rongsok bisa menjadi pilihan destinasi yang sangat seru! Buka di setiap harinya sejak pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.