BANGKAPOS.COM--Nama Briptu Alfandi Alim alias AA mendadak menjadi perhatian publik setelah kasus batalnya pernikahannya dengan seorang perempuan bernama Anisa (25) ramai diperbincangkan.
Anggota Densus 88 Antiteror yang bertugas di Kota Ternate, Maluku Utara itu dilaporkan ke Propam Polri setelah tidak hadir pada hari pernikahan yang telah dijadwalkan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena hubungan antara Alfandi dan Anisa bukanlah hubungan yang baru berjalan singkat.
Keduanya diketahui telah menjalin hubungan asmara selama tujuh tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
Menurut cerita yang disampaikan Anisa, justru Alfandi yang pertama kali mengajak dirinya untuk menikah.
Rencana pernikahan pun mulai dipersiapkan hingga proses lamaran dilakukan.
Namun situasi berubah pada hari yang seharusnya menjadi momen bahagia bagi keduanya.
Mempelai pria beserta keluarganya tidak hadir di lokasi acara pernikahan yang telah dipersiapkan.
Ketidakhadiran tersebut memunculkan tanda tanya besar bagi pihak keluarga perempuan.
Anisa mengaku sempat menerima kabar dari keluarga Alfandi bahwa calon suaminya mengalami gangguan kesehatan mendadak.
"Katanya si Alfandi matanya tidak bisa lihat, matanya kabur, tangannya tidak bisa gerak, kakinya juga tidak bisa gerak," ujar Anisa.
Kabar tersebut membuat Anisa dan keluarga memutuskan mendatangi kediaman Alfandi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Kasus ini kemudian berkembang hingga Anisa melaporkan Alfandi ke Propam Polri.
Ia berharap ada tindak lanjut terhadap persoalan yang dialaminya.
Di tengah polemik tersebut, Alfandi bersama keluarganya akhirnya mendatangi keluarga Anisa untuk memberikan penjelasan.
Pertemuan itu turut disaksikan Kanit Pencegahan/Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, Iptu Herry Rinsampessy.
Dalam kesempatan itu, Alfandi disebut menyampaikan niatnya untuk tetap melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Baca juga: Pelaku Penembakan ASN Lampung Menyerahkan Diri, FJP Mengaku Takut Ditembak Polisi Saat Pelarian
Baca juga: Rahasia Awet Muda Nia Ramadhani Terungkap, Jaga Pikiran Positif hingga Terapkan Kecantikan Alami
"Fandi mau melanjutkan pernikahan dan dia siap mencintai Nisa dan mau menjaga," kata Iptu Herry.
Meski ada upaya damai dan niat untuk melanjutkan pernikahan, Herry menuturkan bahwa Alfandi tetap menjalani proses pembinaan dan tindakan disiplin.
Hal tersebut diambil karena tindakan Alfandi ini berdampak negatif terhadap nama baik Polri dan Densus 88.
"Nama institusi tetap akan ada pembinaan sebagai anggota, mau disiplin atau apa itu nanti dari pimpinan," tegas Iptu Herry.
Sebelumnya, Anisa menceritakan bahwa Alfandi lah yang mengajaknya untuk menikah sebelum akhIrnya Alfandi sendiri yang tak hadir di hari pernikahannya.
Saat ditemui, Anisa tak kuasa membendung kekecewaannya.
"Sampai pada tahun ini, dia meminta untuk melamar saya," ujar Anisa.
"Dia Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate," lanjut Anisa dalam tayangan Saksi Kata di Youtube Tribun Ternate
Namun, saat hari pernikahan hendak dilangsungkan, mempelai pria dan keluarganya tidak ada yang datang ke tempat pernikahan.
"Semuanya tidak datang. Keluarganya satu pun tidak ada yang datang ke lokasi acara. Satu pun tidak ada," cerita Anisa.
Akhirnya, Anisa beserta keluarganya pun menghampiri rumah Alfandi karena diduga sakit.
"Kalau dari saya pribadi, saya ingin melihat langsung karena pas saya make up subuh itu mamanya ada hubungi saya,"
"Katanya si Alfandi ini matanya tidak bisa lihat, matanya kabur, tangannya tuh enggak bisa gerak, kakinya juga enggak bisa gerak. Otomatis saya kaget karena malam malamnya itu kam kita berdoa komunikasi baik-baik saja," lanjut Anisa.
Atas kasus ini, Anisa pun berharap Alfandi untuk dipecat.
"Saya berharap untuk proses PTDH anggota Bapak yaitu Briptu Alvandia Alim di bagian satuan Densus 88 anti teror," harap Anisa.
Meski demikian, pihak kepolisian menyebut proses internal terhadap Alfandi tetap berjalan.
Menurut Herry, tindakan yang dilakukan anggota tersebut dinilai berdampak terhadap citra institusi.
"Nama institusi tetap akan ada pembinaan sebagai anggota, mau disiplin atau apa itu nanti dari pimpinan," ujarnya.
Kini sosok Briptu Alfandi tak hanya menjadi sorotan karena profesinya sebagai anggota Densus 88, tetapi juga karena persoalan pribadinya yang menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai reaksi di media sosial.