Peternak di Blitar Merugi Rp 800 Ribu per Hari Imbas Harga Telur Anjlok Tajam
Ndaru Wijayanto May 25, 2026 04:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Samsul Hadi

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sempat sempat anjlok beberapa pekan ini.

Harga telur dari kandang peternak di Kabupaten Blitar sempat jatuh di angka Rp 10.400 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat banyak peternak merugi akibat harga jual yang berada di bawah biaya produksi.

Seperti dialami, Azis Yasir Naufal (31), peternak ayam petelur di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, ini. 

"Dampak harga telur turun, kami para peternak otomatis merugi. Kami hanya bisa bertahan dan meningkatan efisiensi," kata Naufal, panggilan Azis Yasir Naufal, Senin (25/5/2026). 

Naufal mengatakan, harga telur di tingkat peternak turun sudah berlangsung cukup lama sekitar 1,5 bulanan ini.

Baca juga: Imbas Harga Telur Anjlok, SPPG Kabupaten Madiun Serap 10 Ton per Minggu dari Peternak Magetan 

Harga telur mulai turun sekitar tiga minggu setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.

Secara berlahan, harga telur di tingkat peternak terus turun, dari semula Rp 24.000 per kilogram, turun menjadi Rp 23.000 per kilogram, turun lagi menjadi Rp 22.000 per kilogram, turun lagi menjadi Rp 21.000 per kilogram, dan harga paling rendah sempat Rp 20.400 per kilogram.

"Itu harga dari kandang. Sekarang harga mulai naik. Akhir pekan lalu, harga telur dari kandang sudah Rp 23.500 per kilogram," ujarnya.

Ketika harga telur turun di bawah Rp 21.000 per kilogram, Naufal mengalami kerugian sekitar Rp 2.000-Rp 3.000 per satu kilogram telur per hari.

Baca juga: Bantu Serap Produksi Peternak, DPRD Jatim Usul MBG Perbanyak Menu Telur 

Populasi ternak ayam petelur milik Naufal 10.000 ekor dengan kapasitas produksi sekitar 400-500 kilogram per hari. 

Dengan kapasitas produksi itu, Naufal bisa merugi sekitar Rp 800.000-Rp 1 juta per hari ketika harga telur di bawah Rp 21.000 per kilogram.

"Dengan kondisi ini, kami berusaha bertahan tidak mengurangi popukasi ternak dengan meningkatkan efisiensi," katanya. 

Menurutnya, harga aman telur dari kandang peternak dengan kondisi sekarang ini di kisaran Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 25.000 per kilogram. 

Sedang harga acuan pemerintah (HAP) telur di tingkat peternak, yaitu, Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 26.500 per kilogram.

"Kondisi sekarang ini, harga aman telur di tingkat peternak kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram. Mudah-mudahan harga telur di peternak bisa naik lagi," ujarnya.

Over Produksi Telur

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman mengatakan, harga telur di peternak mulai naik sekitar dua hari ini.

Sekarang, harga telur di peternak rata-rata di angka Rp 23.000 per kilogram.

"Harga sebelumnya sempat Rp 21.600-Rp 21.800 per kilogram. Padahal HAP telur Rp 24.000-Rp 26.500 per kilogram," katanya.

Dikatakannya, harga telur turun setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebelum turun, harga telur di peternak masih Rp 24.000 per kilogram.

Menurutnya, harga telur di peternak turun karena stok di pasar masih melimpah atau over produksi setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Stok telur melimpah karena banyak pedagang di pasar tutup saat Hari Raya Idul Fitri. 

Selain itu, serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sempat berhenti seminggu karena libur Hari Raya Idul Fitri.

"Akibatnya stok telur di pasaran banyak dan harga jatuh sampai sekarang. Harga telur anjlok lumayan lama," ujarnya.

Di sisi lain, kata Sukarman, banyak peternak besar yang menambah populasi ayam petelur karena ada program MBG. 

Sedang serapan telur dari peternak untuk program MBG kurang maksimal hanya dibatasi tiga kali dalam seminggu. 

Akibatnya, terjadi over produksi telur di peternak. 

Saat ini, populasi ayam petelur di Blitar lebih kurang sekitar 30 juta ekor dengan kapasitas produksi sekitar 1.500 ton per hari.

"Kami berharap pemerintah bisa memaksimalkan serapan telur dari peternak agar harga kembali naik," katanya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.