Peternak Kota Metro Pastikan Seluruh Hewan Kurban Sudah Jalani Pemeriksaan Dari Dinas
Robertus Didik Budiawan Cahyono May 25, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sejumlah peternakan di Kota Metro memastikan seluruh hewan ternaknya sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dinas terkait.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan kesehatan hewan kurban guna menjamin kualitas ternak.

Seperti di Sinau Farm, pemeriksaan yang ia dapatkan dari Pemerintah Kota Metro meliputi pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Pada tahap antemortem, petugas memeriksa kondisi fisik ternak, termasuk usia sapi yang dapat diketahui melalui pemeriksaan gigi dan kesehatan umum lainnya. 

Sementara pemeriksaan postmortem dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit maupun parasit seperti fasciola atau cacing hati, pneumonia pada paru-paru, serta paramphistomum atau cacing lambung.

Baca juga: Stok Hewan Ternak untuk Kurban di Lampung Surplus bahkan Menyuplai ke Luar Daerah

Pemilik Sinau Farm, Muhammad Ashari, mengatakan seluruh sapi yang dipelihara di kandang peternakan yang berlokasi di Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh petugas dari Dinas Peternakan Kota Metro.

"Alhamdulillah seluruh ternak kami sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dinas terkait dan hasilnya sehat semua, sehingga siap untuk kebutuhan kurban Idul Adha tahun ini," ujar Ashari, Senin (25/5/2026).

Salah satu sapi unggulan milik Sinau Farm bahkan terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia untuk Idul Adha 2026.

Sapi jantan jenis Limosin bernama "Si Tole" tersebut memiliki bobot lebih dari 1 ton dan dibeli dengan harga Rp 118 juta.

Ashari menjelaskan, menjaga kesehatan sapi berbobot jumbo seperti Si Tole membutuhkan perhatian khusus, terutama pada kekuatan kaki dan sistem pencernaan. 

Untuk itu, kata dia, pihaknya memberikan tambahan sodium dalam pakan guna mencegah asidosis serta gangguan pada kaki akibat menopang bobot tubuh yang berat.

Selain itu, kandang juga menerapkan biosekuriti ketat guna mencegah penularan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). 

"Penyemprotan desinfektan dilakukan secara rutin di area kandang, termasuk kepada pekerja dan tamu yang masuk ke lokasi peternakan,"

"Menjelang Idul Adha 2026, Sinau Farm mencatat pesanan hewan kurban mencapai sekitar 150 ekor. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Lampung, tetapi juga dari luar daerah seperti Tangerang hingga Lahat, Sumatera Selatan," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.