135 Warga Dua Desa Jalani Skrining TBC di UPTD Puskesmas Sukamulya Kabupaten Ciamis
Kemal Setia Permana May 25, 2026 02:11 PM

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ratusan warga dua desa di Ciamis ramai-ramai menjalana skrining sistematis Tuberkulosis atau TBC.

Mereka menjalani skrining di UPTD Puskesmas Sukamulya yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, Senin (25/5/2026).

Selain pemeriksaan TBC, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) secara gratis sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai risiko penyakit yang kerap tidak disadari sejak awal.

Untuk diketahui, Skrining tuberkulosis adalah prosedur pemeriksaan awal untuk mendeteksi infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di dalam tubuh, baik yang sudah menimbulkan gejala (TB aktif) maupun yang belum (TB laten).

Tujuannya adalah untuk memutus rantai penularan dan memberikan pengobatan sedini mungkin.

Baca juga: Penjelasan Wakil Kepala BGN Soal Narasi Pembagian Massal Susu Formula Bayi: Tak Ada Opsi di MBG

Programer TBC Puskesmas Sukamulya, Dede Sudrajat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program skrining kesehatan yang dilakukan secara bertahap di wilayah kerja puskesmas oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

"Hari ini kami melaksanakan kegiatan skrining sistematis Tuberkulosis yang terintegrasi dengan kegiatan cek kesehatan PTM. Untuk pelaksanaan hari ini pesertanya berasal dari dua desa, yakni Desa Cijulang dan Desa Sukasetia," ujar Dede kepada wartawan.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut menyasar sekitar 135 orang yang masuk dalam kategori prioritas pemeriksaan. 

Sasaran utama terdiri dari kontak serumah pasien TBC, kontak erat dengan penderita, serta kelompok rentan lainnya seperti lansia maupun masyarakat dengan riwayat penyakit tertentu.

Menurut Dede, skrining dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan awal hingga pemeriksaan lanjutan menggunakan alat kesehatan khusus.

"Peserta menjalani skrining TBC terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemeriksaan X-ray atau rontgen. Setelah hasilnya dibaca dokter, nanti ditentukan apakah perlu pengobatan atau pemeriksaan lanjutan," katanya.

Apabila ditemukan indikasi abnormal dari hasil rontgen, lanjut Dede, maka peserta akan menjalani pemeriksaan dahak menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan ada atau tidaknya infeksi bakteri TBC.

"Kalau ada hasil abnormal ataupun gejala yang mengarah, nanti dilanjutkan pemeriksaan dahak di TCM. Dari situ baru bisa diketahui lebih pasti," jelasnya.

Baca juga: Jalan Rancabentang Cimahi Dipenuhi Tumpukan Sampah, Cemari Udara dan Ganggu Pengguna Lalu Lintas

Tak hanya fokus pada TBC, kegiatan tersebut juga diintegrasikan dengan pemeriksaan penyakit tidak menular. 

Masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan dasar seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah hingga pemeriksaan gula darah.

Menurut Dede, integrasi layanan kesehatan itu dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses pemeriksaan dalam satu kegiatan sekaligus.

"Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas kesehatan. Jadi bukan hanya TBC, tetapi kesehatan secara umum juga diperiksa," ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan skrining seperti ini tidak dilakukan setiap bulan, namun dilaksanakan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi wilayah kerja masing-masing puskesmas.

"Pelaksanaannya bertahap di tiap Puskesmas dan tiap desa. Bisa dibilang agenda tahunan, tergantung hasil pemetaan dan data kasus di lapangan," katanya.

Dede menyebut Desa Cijulang menjadi salah satu lokasi prioritas pelaksanaan karena berdasarkan data kesehatan terdapat kasus baru TBC yang ditemukan pada tahun 2024 dan jumlahnya lebih tinggi dibanding wilayah sekitar, termasuk Desa Sukasetia.

"Indeks penetapan kegiatan di Desa Cijulang karena ada kasus baru pada 2024 dan jumlahnya lebih banyak dibanding Desa Sukasetia," ungkapnya.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit menular, khususnya TBC yang hingga kini masih menjadi perhatian dalam sektor kesehatan masyarakat.

"Mudah-mudahan masyarakat Desa Cijulang dan Desa Sukasetia bisa terbantu serta lebih mudah mengakses layanan kesehatan. Yang paling penting penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin, terutama penyakit menular seperti Tuberkulosis," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cijulang, Endang Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan skrining yang digelar UPTD Puskesmas Sukamulya tersebut.

Ia mengatakan pemerintah desa turut membantu menyosialisasikan kegiatan kepada masyarakat melalui kader Posyandu agar warga mau datang dan menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Alhamdulillah kami melalui kader Posyandu mengundang warga untuk melaksanakan skrining TBC dan cek kesehatan gratis," ujar Endang.

Dari Desa Cijulang sendiri, kata dia, sekitar 65 warga dari berbagai dusun hadir mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30.

Meski begitu, pihak desa belum menerima laporan hasil pemeriksaan karena proses observasi dan penyampaian hasil dilakukan langsung oleh petugas kesehatan kepada peserta.

Endang berharap kegiatan tersebut dapat membantu mendeteksi warga yang berisiko terpapar TBC sekaligus menjadi sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.

"Harapannya dengan adanya pemeriksaan ini bisa diketahui lebih dini apabila ada warga yang terjangkit TBC. Kalaupun tidak, minimal masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan memahami bahaya penyakit TBC," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.