Hilang Misterius Saat Memasak di Tengah Laut, ABK Asal Batang Ditemukan Mengapung di Perairan Jepara
muslimah May 25, 2026 02:14 PM

Hilang Misterius Saat Memasak di Tengah Laut, ABK Asal Batang Ditemukan Mengapung di Perairan Jepara


TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Misteri hilangnya seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Batang akhirnya mulai menemukan titik terang setelah sesosok mayat ditemukan mengapung di perairan Jepara, Jawa Tengah, Minggu (24/5/2026).

Korban diduga kuat adalah Mohamad Yoga Adi Saputra (20), ABK kapal nelayan asal Kota Pekalongan yang sebelumnya dilaporkan hilang secara misterius saat kapal melaut di perairan Pati.

Korban diketahui terakhir kali terlihat oleh rekan-rekannya ketika sedang memasak di atas kapal.

Namun tak lama kemudian, keberadaannya mendadak hilang tanpa diketahui penyebab pasti.

Baca juga: 2 Bocah Histeris Lihat Ayah Tewas Bersimbah Darah Ditembak saat Jualan Geprek, Pelaku Serahkan Diri

Kasatpolairud Polres Batang, Iptu Eko Nugrahanto mengatakan, hilangnya korban pertama kali diketahui kru kapal saat kapal berada di wilayah perairan Pati.

“Korban terakhir diketahui sedang memasak di kapal. Tetapi beberapa saat kemudian saat dicari sudah tidak ada,” kata Iptu Eko Nugrahanto kepada Tribunjateng, Senin (25/5/2026). 

Menyadari satu di antaranya rekannya hilang, kru kapal langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kapal berlayar. 

Selama dua hingga tiga hari, pencarian dilakukan secara mandiri di area laut sekitar sebelum akhirnya kejadian itu dilaporkan kepada Satpolairud Pati.

“Awalnya dicari sendiri oleh kru kapal di sekitar lokasi. Setelah beberapa hari tidak ditemukan, baru dilaporkan ke Satpolairud,” jelasnya.

Di tengah proses pencarian tersebut, muncul laporan penemuan mayat mengapung di perairan sebelah barat Pulau Panjang, Kabupaten Jepara. 

Informasi itu kemudian diteruskan antarwilayah kepolisian perairan karena ada dugaan jenazah merupakan ABK yang sebelumnya hilang dari kapal asal Pekalongan.

Mayat pertama kali ditemukan dua nelayan, Masrip dan Jamal, saat sedang mencari ikan sekiranya pukul 11.30 WIB. 

Jenazah lalu dievakuasi menuju Desa Karang Aji, Kecamatan Kedung, Jepara sebelum dibawa ke RS Kartini Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana pendek bermotif bunga warna putih dan kaos hijau lengan panjang bertuliskan PT Rizq Bumi Katulistiwa. 

Petugas juga menemukan tato bertuliskan Yoga di kaki kanan yang menjadi salah satu petunjuk identifikasi awal.

Dari hasil pemeriksaan luar, tim medis tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas memperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tajam maupun penganiayaan. Ada tanda khas korban tenggelam akibat terlalu lama berada di air laut,” ungkapnya. 

Hingga kini, proses identifikasi lanjutan masih dilakukan pihak kepolisian untuk memastikan identitas korban secara resmi. 

Sementara itu, keluarga korban di Kabupaten Batang mulai dihubungi setelah ciri-ciri fisik korban dinilai sesuai dengan laporan orang hilang.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi para ABK saat bekerja berhari-hari di tengah laut, terutama terkait keselamatan kerja dan minimnya pengawasan di atas kapal saat pelayaran berlangsung. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.