TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dioperasikan dan perdana distribusikan MBG kepada ratusan penerima manfaat, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara hari ini, Senin (25/5/2026).
Peresmian dapur yang berada di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung program prioritas nasional pemenuhan gizi bagi anak sekolah hingga kelompok rentan di wilayah perbatasan.
Tak hanya sekadar seremoni, dapur MBG ini langsung bergerak cepat dengan pendistribusian perdana makanan bergizi kepada siswa sekolah dasar hingga penerima manfaat balita di posyandu.
Program yang dikelola Yayasan Astrada Garuda Jaya itu dihadiri sejumlah pejabat penting daerah, unsur TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat.
Baca juga: Diresmikan Bupati Nunukan Irwan Sabri, Dapur SPPG Selisun 2 Salurkan Ribuan Makan Bergizi Gratis
Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah yang mewakili Bupati Nunukan, Ketua Komisi II DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam, Wakil Wali Kota Tarakan sekaligus Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya Ibnu Saud Is, hingga Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Tony Prasetyo.
Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya Ibnu Saud Is dalam sambutannya menegaskan, program MBG bukan sekadar membagikan makanan gratis, melainkan langkah nyata membangun generasi sehat dan berkualitas di Nunukan.
“Program MBG ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Kami ingin memastikan makanan yang diterima aman, sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi harian,” ujarnya.
Ia mengatakan dapur SPPG Nunukan Timur dibangun dengan standar kebersihan dan kualitas makanan yang ketat agar makanan yang disalurkan aman dikonsumsi para siswa.
Tak hanya menyasar pemenuhan gizi, program ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah serius menekan angka stunting di Kabupaten Nunukan.
Baca juga: Sesuai Arahan Prabowo, BGN Minta SPPG Utamakan Produk Lokal dalam Program MBG
Menariknya, bahan pangan yang digunakan diupayakan berasal dari hasil petani, peternak, dan nelayan lokal, sehingga tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Tidak ada gading yang tidak retak, tentu akan ada kekurangan di lapangan. Karena itu kami mengajak semua pihak ikut mengawasi dan memberi masukan agar program ini terus membaik kedepannya,” katanya.
Sementara itu, mewakili Bupati Nunukan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah dalam sambutannya, menyebut program makan bergizi gratis merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak Indonesia.
“Ini bukan sekadar dapur biasa. Dapur SPPG Nunukan Timur harus menjadi pusat pemenuhan gizi dengan standar zero defect, higienis, bergizi, dan aman,” tegas Juni Mardiansyah.
Ia juga meminta para siswa memanfaatkan program tersebut dengan baik dan tidak menyisakan makanan yang diberikan.
“Kalian adalah masa depan Nunukan. Manfaatkan program ini, jaga kesehatan, rajin belajar, dan jadilah kebanggaan orang tua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juni Mardiansyah juga meminta agar pengelola dapur MBG, menjaga standar kebersihan, kualitas bahan dan cita rasa makanan.
“Utamakan produk lokal dari petani, peternak dan nelayan Nunukan. Dengan begitu program ini tidak hanya menyehatkan anak, tetapi juga menggerakan ekonomi masyarakat, tegasnya.
Sebagai informasi, Dapur Umum SPPG Nunukan Timur akan melayani 857 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD 001 Muhammadiyah, SDN 01 Nunukan, serta penerima manfaat Posyandu Apel.
Dengan diresmikannya dapur ini, total Dapur Umum MBG yang beroperasi di Kabupaten Nunukan kini mencapai 11 unit, dengan total 28.788 penerima manfaat, mulai dari peserta didik, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
(*)
Penulis: Fatimah Majid