SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Nasib pilu menimpa seorang pengantin baru bernama Angriani (23), warga RT 03 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Ia menjadi korban penjambretan hingga mengalami kecelakaan beruntun saat berupaya mengejar pelaku pada Minggu (24/5/2026) sekira pukul 18.25 WIB.
Peristiwa tindak pidana tersebut terjadi di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di depan Indomaret Dodo City dekat area SPBU.
Akibat kejadian ini, korban harus kehilangan satu suku emas berbentuk gelang yang merupakan mahar pernikahannya.
Selain itu, korban juga mengalami sejumlah luka memar dan lecet di bagian wajah, tangan, serta kaki akibat terjatuh dari sepeda motor.
Kejadian bermula saat korban baru saja keluar dari toko Refie Store di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, setelah membeli kebutuhan rumah tangga.
Tanpa disadari, korban langsung diikuti oleh dua orang laki-laki tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor besar dan menggunakan helm.
Saat tiba di dekat SPBU Dodo City, salah satu pelaku langsung mencengkeram tangan kiri korban dan merampas gelang emas yang tengah dipakainya.
Menyadari perhiasannya dirampas, korban spontan melakukan pengejaran sembari berteriak meminta pertolongan.
"Saya langsung mengejar dan sempat menabrak motor pelaku itu, tapi saya yang jatuh (mengalami kecelakaan beruntun) dan sempat syok," kata Angriani, Senin (25/5/2026).
Korban menjelaskan bahwa ia nekat mengejar pelaku karena gelang emas satu suku tersebut merupakan mahar resmi dari pernikahannya di KUA, yang rencananya juga akan dikenakan kembali saat acara resepsi pernikahan tahun depan.
Usai terjatuh, warga sekitar yang berada di lokasi kejadian langsung menolong korban dan melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah mendapatkan perawatan, korban didampingi keluarga langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Lubuklinggau Timur pada Minggu (24/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Korban juga diminta pihak kepolisian untuk membantu melengkapi bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Lubuklinggau Timur melalui Kanit Reskrim Ipda Vherry membenarkan adanya laporan terkait penjambretan yang dialami oleh korban pengantin baru tersebut.
"Laporan sudah kami terima sekira pukul 23.00 WIB. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan, dan anggota kami sudah turun ke lapangan untuk meminta keterangan dari saksi-saksi," pungkas Ipda Vherry, Senin (25/5/2026).