Harga Bumbu Dapur Jelang Idul Adha Melonjak Tajam di Mamuju, Harga Cabe Makin Pedis
Abd Rahman May 25, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Mendekati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), tekanan inflasi pada kelompok komoditas hortikultura di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kian menebal. 

Kali ini, giliran kelompok cabai merah besar dan cabai keriting yang mencatatkan lonjakan harga cukup signifikan akibat terbatasnya pasokan di tingkat distributor.

Berdasarkan pantauan Tribun-Sulbar.com, per Senin (25/5/2026), harga bumbu dapur utama menunjukkan pergeseran tren dibandingkan posisi pada pekan lalu, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Emak-Emak di Mamuju Tengah Serbu Pasar Murah, Beras, Telur dan Minyak Goreng Paling Diincar

Baca juga: Anggota DPRD Mamuju Andi Irwan Terpilih Jadi Ketua Lasmura Sulbar Periode 2026-2030

Jika pada pekan lalu kelompok cabai rawit yang menjadi motor utama kenaikan, menjelang hari raya ini giliran Cabai Merah Besar dan Cabai Keriting yang melesat tajam. 

Kedua komoditas tersebut kompak melonjak ke angka Rp 65.000 per kilogram.

Angka ini merefleksikan kenaikan sebesar 30 persen atau bertambah Rp 15.000 hanya dalam hitungan hari, jika dibandingkan posisi pekan lalu yang masih tertahan di harga Rp 50.000 per kilogram pada Jumat (22/5/2026) dan Rp 40.000 per kilogram pada Kamis (21/5/2026).

Meroketnya harga duo cabai ini disebabkan faktor klasik rantai pasok hulu.

"Kenaikan harga dipicu oleh harga di tingkat pemasok yang sudah naik terlebih dahulu akibat volume pasokan yang masuk ke pasar Mamuju terpantau kurang," jelas Jamaluddin, seorang pedagang di Pasar Baru Mamuju, Senin (25/5/2026).

Sementara itu, untuk cabai rawit merah dan cabai rawit hijau yang sempat melonjak pada pertengahan pekan lalu, kini harganya terpantau stagnan di level tinggi, yakni bertahan di angka Rp 50.000 per kilogram.

Meski komoditas bumbu dapur bergejolak, secara umum harga bahan pangan pokok di Mamuju dinilai masih aman karena mayoritas komoditas strategis tetap berada di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Penjualan (HAP).

Sektor perberasan tidak menunjukkan adanya guncangan harga. 

Beras medium SPHP tetap kokoh di angka Rp 12.000 per kilogram (di bawah HET Rp 12.500). 

Begitu pula dengan beras premium NM yang stabil pada harga Rp 15.267 per kilogram. 

Untuk minyak goreng Kemasan (Minyak Kita) juga bertahan di harga Rp 15.500 per liter.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.