Sampah di Kota Bula Masih Menumpuk, DLH SBT Akui Kekurangan Armada Pengangkut
Mesya Marasabessy May 25, 2026 04:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengakui pengelolaan sampah di Kota Bula hingga kini masih menghadapi banyak kendala.

Mulai dari keterbatasan armada pengangkut, keterlambatan pengangkutan hingga rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, sampah di Kota Bula masih dikelola dengan sistem pengangkutan langsung dari titik pembuangan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Pengelolaan sampah di Kota Bula masih pengangkutan dari titik-titik tertentu langsung ke TPA,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, DLH SBT memiliki empat jalur pengangkutan sampah dengan dukungan empat unit truk, tiga kendaraan Viar dan 1 arm roll truck.

Namun, kondisi armada yang sering mengalami kerusakan membuat pengangkutan tidak berjalan maksimal.

“Truk ada empat, awalnya hanya dua mobil yang bisa jalan, kemudian satu diperbaiki sehingga sekarang sudah tiga yang beroperasi, satunya masih rusak,” jelasnya.

Baca juga: Seleksi Bintara Polri, Kabid Propam Polda: Sistem CAT Tutup Celah Praktik KKN atau Titipan

Baca juga: Mempertahankan Swasembada dan Cadangan Beras Pemerintah

Menurut Mirnawati, idealnya sampah sudah harus terangkut sejak pukul 05.00 WIT agar Kota Bula terlihat bersih pada pagi hari.

Namun jadwal pengangkutan sering terlambat karena armada mengalami gangguan dan pengangkutan baru dimulai setelah salat subuh.

“Mestinya jam tujuh pagi kota sudah bersih, tetapi karena mulai terlambat dan mobil rusak, akhirnya ada jalur yang belum terangkut tepat waktu,” tandasnya.

Ia menyebut, masih banyak masyarakat yang membuang sampah tidak pada satu titik tertentu sehingga mobil pengangkut harus berhenti berkali-kali di sepanjang jalur.

“Kalau satu jalur hanya lima titik mungkin cepat selesai, tapi sekarang bisa sampai 20 sampai 30 titik,” sesalnya.

Selain itu, petugas pengangkut sampah juga harus membersihkan sampah yang tercecer di jalan akibat dibuang sembarangan oleh warga.

DLH SBT sebenarnya telah mengimbau masyarakat membuang sampah pada malam hari agar bisa langsung diangkut pada pagi hari.

Namun, kebiasaan membuang sampah sembarangan masih sering terjadi hingga menyebabkan tumpukan sampah terlihat sampai siang hari.

“Kalau mobilnya masih seperti ini, pasti masih ada kendala. Armada memang harus ditambah,”tegasnya.

Mirnawati menegaskan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas lingkungan hidup, tetapi tugas bersama untuk menjaga kebersihan kota,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.