Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Material pasir dan bebatuan sisa banjir bandang yang masih berserakan di jalan nasional Desa Lawe Tua Persatuan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh.
Baca juga: Kabar Gembira! Sore Ini Bupati Aceh Tenggara Serahkan SK PPPK Paruh Waktu
Korban diketahui bernama F Sinaga, warga Desa Lawe Sigala Timur, Kecamatan Lawe Sigala-gala.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada pergelangan tangan kanan, pergelangan kaki kanan bengkak, badan terkilir, serta sepatu yang dikenakannya rusak.
F Sinaga Kepada TribunGayo.com, Senin (25/5/2026), menjelaskan bahwa saat itu dirinya sedang mengendarai sepeda motor menuju Kota Kutacane.
Setibanya di lokasi kejadian di Desa Lawe Tua Persatuan, sebuah mobil di depannya tiba-tiba mengerem mendadak.
Ia pun ikut mengerem, namun sepeda motor yang dikendarainya tergelincir akibat jalan licin karena dipenuhi pasir dan bebatuan.
Akibatnya, korban terpelanting ke badan jalan dan nyaris tersenggol kendaraan lain yang melintas.
Menurut F Sinaga, material sisa banjir bandang seperti pasir, kerikil, dan bebatuan selama ini masih dibiarkan menempel di badan jalan nasional di Desa Lawe Tua Persatuan. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Jalan Nasional di Aceh Tenggara Masih Berlubang
"Jangan sampai jatuh korban lainnya, baru pihak BPJN Aceh membersihkan material bebatuan dan pasir serta kerikil di jalan nasional di daerah itu," katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Rudi Tarigan menilai pihak BPJN Aceh kurang serius dan tidak profesional dalam menangani perbaikan jalan nasional di wilayah tersebut.
Menurutnya, pekerjaan tambal sulam atau patching jalan dilakukan secara asal-asalan dan tidak merata.
Ia mencontohkan, di kawasan Desa Lawe Dua dan sekitarnya masih banyak ditemukan jalan berlubang dan retak.
Selain itu, ruas jalan nasional mulai dari Lawe Tua Persatuan hingga Babul Makmur juga banyak mengalami kerusakan akibat bekas galian pemasangan pipa air yang tidak diperbaiki dengan baik.
"Ini wewenang BPJN Aceh untuk tetap memperbaiki kerusakan jalan nasional di Aceh Tenggara, karena dialokasikan anggaran APBN setiap tahunnya. Tetapi, pekerjaan masih seperti itu, tidak merata," pungkas Rudi Tarigan.
Menanggapi hal itu, PPK 35 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi yang dikonfirmasi oleh wartawan TribunGayo.com, terkait kerusakan jalan dan insiden pengendara terjatuh akibat material di badan jalan, mengatakan bahwa saat ini pekerjaan masih dalam tahap pengerjaan. (*)
Baca juga: Tak Bergerak, Harga Kakao di Aceh Tenggara Hari Ini Rp 55.000/Kg