Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara berencana menggelar pelatihan jurnalistik dan uji kompetensi wartawan (UKW) pada tahun 2027.
Baca juga: Pengendara Sepeda Motor Terjatuh Akibat Material Banjir di Jalan Nasional Lawe Tua Aceh Tenggara
Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry, mengajak insan pers untuk bersama-sama membangun daerah berjuluk Negeri Alas Metuah tersebut.
"Mari kita sama-sama membangun Negeri Alas Metuah ini. Pemerintah Daerah adalah mitranya Jurnalis. Kita tidak alergi dengan kritikan atau masukkan, karena kritikan itu adalah baik karena telah mengingatkan kita untuk memperbaiki Negeri Alas Metuah.
Silakan kritik kami, tapi jangan kritikan yang memvonis atau menghakimi," ujar Salim Fakhry pada acara silaturrahmi insan pers bersama Pimpinan OPD di Oprom Setdakab Aceh Tenggara, Senin (25/5/2026).
Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr Denny Febrian Roza SSTP, mengapresiasi langkah Pemkab Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan Bupati M Salim Fakhry yang turut melibatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat dalam kegiatan tersebut.
"Ini adalah momentum bagiamana kita memilah ego kita masing-masing. Karena tujuannya untuk membangun Aceh Tenggara," katanya.
Di sisi lain, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara, Sumardi kepada TribunGayo.com pada Senin (25/5/2026), mengatakan jumlah wartawan di Aceh Tenggara saat ini cukup banyak.
Baca juga: Kabar Gembira! Sore Ini Bupati Aceh Tenggara Serahkan SK PPPK Paruh Waktu
Namun, menurutnya, masih ada oknum wartawan yang belum menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik (KEJ).
"Saat ini sudah banyak wartawan di Aceh Tenggara, terkadang kita sebagai jurnalis juga ada yang tidak mengenal rekan-rekan pers. Keberadaan pers ini terkadang ada oknum-oknum wartawan yang menulis tidak menggunakan kode etik sebagai seorang jurnalis.
Padahal, kode etik jurnalistik harus dimiliki setiap wartawan ketika menyajikan informasi terpercaya dan akurat di publik. Namun, terkadang ada oknum-oknum wartawan yang mengabaikan KEJ," ujar Sumardi.
Dalam kesempatan itu, sejumlah wartawan juga meminta agar pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara tidak alergi saat dikonfirmasi oleh media.
Selain itu, mereka berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan wartawan.
"Namun, terkadang selama ini agak lamban dalam proses pencairan di BPKD Aceh Tenggara. Tetapi percayalah, begitu berkas masuk akan diproses," katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Sekda Aceh Tenggara Yusrizal, Ketua DPRK Aceh Tenggara, staf ahli, para kepala OPD, camat, serta pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Aceh Tenggara. (*)
Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Jalan Nasional di Aceh Tenggara Masih Berlubang