TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Penguatan pendidikan moral dan karakter dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan generasi muda di era digital saat ini.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Aida Fitriati dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat di Rumah Makan Karunia, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pengurus MWC NU Pohjentrek, pengurus ranting NU, organisasi Fatayat, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam forum itu, penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu fokus pembahasan di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Aida Fitriati mengatakan, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan formal.
Baca juga: Kepala Pasar se-Pasuruan Teken Pakta Integritas Untuk Kerja Lebih Profesional dan Transparan
Menurutnya, pembentukan karakter dan akhlak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai keluarga, sekolah, pondok pesantren hingga organisasi keagamaan.
“Untuk membangun generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki kompetensi di berbagai bidang, diperlukan sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, pesantren dan organisasi masyarakat,” ujarnya.
Politisi PKB tersebut juga menyebut pihaknya terus mendukung penguatan lembaga keagamaan di Kabupaten Pasuruan, salah satunya melalui bantuan pembangunan kantor MWC NU di sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah, bantuan pembangunan kantor MWC yang kami perjuangkan sudah banyak terealisasi,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menegaskan, pendidikan moral Islam menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi muda.
Baca juga: FIFGROUP Dorong Penguatan Posyandu dan Kesehatan Anak di Pasuruan
Selain dibentuk menjadi cerdas secara intelektual, tapi penting juga dibentuk agar memiliki karakter, kedisiplinan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital saat ini membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda sehingga penguatan nilai-nilai moral dan keislaman harus terus dilakukan.
“Di tengah arus informasi yang begitu cepat, penguatan moral dan pendidikan karakter menjadi sangat penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.
“Harapannya, kualitas pendidikan anak bangsa semakin baik, baik pendidikan formal maupun pendidikan karakter,” pungkasnya.