Temuan Awal Bareskrim Polri soal Blackout di Sumatera, Masih Perlu Dilakukan Pendalaman
Whiesa Daniswara May 25, 2026 05:38 PM

TRIBUNNEWS.com - Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, membeberkan temuan awal pihaknya terkait blackout atau pemadaman listrik massal yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Ia mengatakan blackout massal terjadi lantaran disebabkan oleh gangguan pada transmisi sutet di jalur Kabupaten Muara Bungo hingga Sungai Rumbai di Jambi.

Gangguan itu diduga kuat terjadi karena cuaca buruk sehingga Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian wilayah Sumatera Selatan, mengalami pemadaman listrik.

"Pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.44 WIB, telah terjadi gangguan pada transmisi sutet 275 Kv jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di wilayah Jambi," ujar Nunung dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026), dikutip dari YouTube KompasTV.

"Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera," imbuh dia.

Menurut temuan awal dari pemeriksaan di lapangan, Nunung mengungkapkan ada kabel transmisi yang putus.

Baca juga: PLN Pastikan Blackout di Sumatera Tak Terjadi Lagi, Penyebab Listrik Mati karena Faktor Alam

Meski demikian, tower transmisi tidak mengalami kerusakan secara signifikan.

"Pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan, ditemukan ada kabel transmisi yang mengalami putus," kata Nunung.

"Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik, tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower," urainya.

Lebih lanjut, Nunung menuturkan putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba karena faktor cuaca.

Meski demikian, ia mengatakan masih perlu dilakukan pendalaman untuk memastikan penyebab putusnya kabel tersebut.

"Berdasarkan keterangan awal di lapangan, putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat faktor cuaca dan masih perlu pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," tuturnya.

Kemungkinan Penyebab Kabel Putus

Masih dalam kesempatan yang sama, Irjen Nunung Syaifuddin membeberkan kemungkinan penyebab kabel putus.

Pertama, diduga akibat gesekan dan pengaruh angin.

Kedua, diduga karena faktor panas yang mengakibatkan sambungan kabel longgar sehingga menimbulkan rongga.

Kemungkinan ketiga adalah faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.

"Penyebab terputusnya kabel transmisi masih proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin," katanya.

"Dugaan itu diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian, menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," lanjut dia.

Nunung memastikan tidak ada unsur sabotase terkait putusnya kabel transmisi yang menyebabkan blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera.

"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," tegas Nunung.

Pasokan Listrik Dipastikan Sudah Normal

Diketahui, pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 06.17 WIB, aliran listrik sudah menyala semua.

Namun, karena masih ada pembangkit PLTU yang belum menyala, listrik hanya bertahan hingga pukul 18.00 WIB.

"Ketika magrib naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW. Terpaksa kami padamkan kembali, tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang."

"Kemudian bisa kita normalkan kembali seiring demand yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk," jelasnya Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, dalam kesempatan yang sama, Senin.

Untuk itu, Edwin mewakili PLN meminta maaf atas peristiwa blackout yang terjadi sehingga mengganggu aktivitas warga khususnya di Sumatra.

"InsyaAllah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk."

"Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatera," tukasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Abdi Ryanda Shakti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.