Teheran (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Iran fokus mengupayakan cara terbaik untuk melindungi kepentingan nasionalnya dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS), daripada menanggapi setiap komentar pejabat AS.

“Kami memiliki hal-hal yang jauh lebih penting untuk ditangani, dan jika kami menghabiskan waktu untuk menanggapi unggahan, foto, dan pernyataan media pihak lain, kami tidak akan dapat fokus pada prioritas tersebut,” kata Baqaei dalam konferensi pers, Senin.

“Kami berkonsentrasi merumuskan dan mengembangkan pendekatan terbaik guna melindungi kepentingan nasional Iran,” ucapnya,

Pernyataan tersebut disampaikan Baqaei saat menjawab pertanyaan IRNA mengenai alasan pejabat Iran tidak menanggapi berbagai unggahan dan komentar pejabat AS terkait Iran di media sosial.

“Jika diperlukan, kami akan merespons. Kami memiliki gaya dan pendekatan sendiri, dan tidak akan meniru metode musuh. Sebagai bangsa yang beradab, mampu, dan kuat, kami akan merespons musuh kapan pun diperlukan, dan kami telah melakukannya,” tambahnya.

Menanggapi pertanyaan soal jaminan perdamaian jangka panjang Iran-AS di tengah ancaman militer Presiden Donald Trump, Baqaei menyebut kekuatan, pengalaman, dan ketegasan Iran dalam menghadapi agresor menjadi jaminan utama bagi stabilitas dan keberlanjutan perdamaian.

“Para negosiator dan aparat diplomatik merupakan bagian dari struktur negara dan memiliki tanggung jawab yang jelas di arena diplomatik. Saat ini, fokus perundingan adalah mengakhiri perang, dan pada tahap ini kami belum membahas rincian isu nuklir,” ucapnya.

Ia juga mengatakan perkembangan dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan kemajuan dalam perundingan Teheran-Washington merupakan hasil upaya mediasi selama berminggu-minggu oleh Pakistan dan beberapa negara lainnya.

“Dapat dikatakan bahwa kami telah mencapai pemahaman dalam banyak isu. Namun apakah itu berarti kesepakatan akan segera tercapai adalah sesuatu yang tidak dapat diklaim oleh siapa pun pada tahap ini,” kata Baqaei.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu menyinggung sikap kontradiktif Amerika Serikat serta dua perang yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Iran ketika perundingan sedang menunjukkan kemajuan.

Sumber: IRNA-OANA

​​​​​​​​​​​​​​