Barang Inventaris Karang Taruna Bungur Senilai Rp 100 Juta Hilang, Ketua Curiga Orang Dalam
Rr Dewi Kartika H May 25, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Sejumlah barang inventaris milik Sekretariat Karang Taruna Kelurahan Bungur RW 06, Senen, Jakarta Pusat hilang dicuri.

Barang-barang yang hilang di antaranya satu set alat musik seperti drum, gitar, gitar bass, amplifier, alat sablon, alat press hingga sejumlah peralatan elektronik lainnya.

Akibat kejadian tersebut, pengurus Karang Taruna Kelurahan Bungur mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Kasus kehilangan itu telah dilaporkan ke Mapolres Metro Jakarta Pusat dengan nomor laporan LP/B/1407/V/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Bungur periode 2026-2031, Muhammad Rizky Fitrianto (26), mengatakan peristiwa kehilangan itu terjadi sebelum dirinya resmi menjabat sebagai ketua.

Meski demikian, ia bersama ketua sebelumnya tetap membuat laporan polisi lantaran nilai kerugian cukup besar.

“Kehilangan barang inventaris itu terjadi saat saya belum menjabat ketua karang taruna,” kata Rizky saat ditemui di lokasi, Senin (25/5/2026).

Rizky menjelaskan laporan polisi dibuat pada 15 Mei 2026. Namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan dari proses penyelidikan.

“Kalau pemanggilan belum, tapi olah TKP sudah dilakukan pihak kepolisian,” ujarnya.

Menurut Rizky, sebelum barang inventaris tersebut hilang, hanya ada tiga orang yang memegang kunci sekretariat karang taruna.

Ketiga orang tersebut yakni petugas hansip, perwakilan RW, dan seorang pria bernama Arip.

Ia pun menduga aksi pencurian tersebut dilakukan oleh orang dalam karena tidak ditemukan kerusakan pada pintu sekretariat.

“Saya mencurigai orang dalam yang mendalangi aksi pencurian barang inventaris karang taruna. Sebab tidak ada pintu yang rusak saat barang tersebut hilang,” ucapnya.

Selain kasus pencurian, Rizky juga mengungkap adanya dugaan ancaman pembunuhan terhadap anggota Majelis Penasihat Karang Taruna (MPKT) Kelurahan Bungur berinisial RL.

Menurut dia, RL sempat dipepet oleh dua sepeda motor yang ditumpangi lima orang, terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki.

“Ketua Majelis Penasehat Karang Taruna saya yang berinisial RL sempat diancam akan dibunuh,” katanya.

Diketahui, RL merupakan istri seorang anggota polisi yang masih aktif bertugas di Bareskrim Polri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Robby Heri Saputra membenarkan adanya laporan kehilangan barang inventaris tersebut.

Saat ini, polisi masih melakukan tahap klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

“Jadi saat ini baru akan dilakukan pemanggilan untuk dilakukan klarifikasi,” kata Robby.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.