Antoine Semenyo dan Batu Bata-nya Timnas Ghana di Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin May 25, 2026 07:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Jika ada yang ngomong Thomas Partey masih andalan Ghana di Piala Dunia 2027, itu omong kosong. Sambutlah bintang baru Black Stars, Antoine Semenyo.

Uniknya, winger lincah Manchester City ini juga punya julukan yang sesuai dengan daya tahan fisiknya. "Batu Bata", seperti yang disampaikan Luke Williams, mantan pelatih Antoine Semenyo di Bristol City U23.

Julukan yang disematkan buat si Semenyo, identik dengan penggambaran pemain bertahan alias bek yang tangguh dalam menggalang lini belakang.

Tetapi Luke Williams, dan pemain Bristol City U23, memberikan julukan "Batu Bata" kepada Semenyo karena murni daya tahan fisiknya yang di atas rata-rata penyerang kebanyakan.

SELEBRASI - Pemain Manchester City, Antoine Semenyo, merayakan gol ke gawang Newcastle United pada pertandingan leg 1 semifinal Carabao Cup, Rabu (14/1/2026) di St. James Park.
SELEBRASI - Pemain Manchester City, Antoine Semenyo, merayakan gol ke gawang Newcastle United pada pertandingan leg 1 semifinal Carabao Cup, Rabu (14/1/2026) di St. James Park. (Twitter @ManCity)

"Saya ingat pernah berbicara dengannya setelah latihan dan dia mengatakan bahwa, teman-temannya memanggilnya 'Si Batu Bata", karena dia kokoh dan tak tergoyahkan, dan memang benar begitu kenyataannya," cerita Luke Williams yang saat ini membesut Peterborough.

Cerita soal kokohnya fisik Antoine Semenyo juga disampaikan mantan manajer Bath City, Jerry Gill, yang pernah menangani Antoine Semenyo.

Tepatnya di tahun 2018, Semenyo yang saat itu masih berusia 18 tahun, dipinjamkan ke Bath City. Dan yang bikin kaget, dalam satu hari Semenyo muda berlatih dua kali di klub yang berbeda.

"Dia adalah pribadi yang unik. Tetapi jangan bertanya soal etos dan kerja keras. Dia salah satu yang saya kagumi," kenang Jerry Gill, dikutip dari The Athletic.

"Dia mendapatkan rasa hormat dari staf, para pemain, dan semua orang karena dia berlatih di siang hari di Bristol City, lalu berlatih lagi di malam hari bersama Bath City," sambungnya.

Dalam karier klub, Semenyo memang kenyang berkompetisi di sepak bola Inggris. Selain Bristol dan Bath, Newport Country juga pernah dia perkuat, sebelum akhirnya berlabuh ke Borunemouth dan menjadi andalan Manchester City kini.

Bersama Newport County di bawah asuhan Michael Flynn, akhirnya ditemukan bagaimana taktikal permainan yang tepat untuk memaksimalkan kualitas Semenyo, cepat dalam menyerang dan memiliki hobi melepaskan tembakan.

"Jadi kami sebenarnya harus menciptakan posisi untuk Antoine, karena dia terlalu bagus untuk tidak dimasukkan ke dalam tim," jelas Flynn.

"Satu-satunya hal yang perlu dia tingkatkan saat itu, menurut saya, adalah produktivitasnya: lebih banyak assist dan lebih banyak gol. Dia sudah memilikinya, tetapi akurasi tembakannya hanya sekitar satu dari tiga percobaan, atau dua dari tiga percobaan umpan silangnya. Nah, itu tidak buruk untuk pemain berusia 19 tahun, tetapi untuk mencapai potensi maksimalnya, dia harus meningkatkan angka-angka tersebut," sambungnya.

Baca juga: Kisah Dongeng Antoine Semenyo, dari Pemain Non-Liga Sampai Jadi Pahlawan Man City di Piala FA

Sebelum resmi berlabuh ke Bournemouth musim 2023, Chelsea sempat ingin membelinya, namun ditolak Bristol City sebagai klub induk karena harga yang tak sesuai.

Puncak kariernya di Manchester City, di bawah asuhan Pep Guardiola. Dia mampu menjelma sebagai winger yang tak hanya licin, namun juga piawai mencetak gol.

Terbukti dobel gelar dipersembahkan Semenyo di akhir era kepelatihan Guardiola, yakni trofi juara Piala FA dan Carabao Cup.

'Batu Bata' Andalan Ghana

Kembali lagi dalam ulasan Piala Dunia 2026. Ghana tergabung di Grup L bersama Panama, Kroasia, dan Inggris. 

Cukup sulit bagi Ghana untuk menembus fase gugur, mengingat Kroasia dan Inggris di atas kertas menjadi favorit.

Namun saat bola itu masih bundar, apapun bisa terjadi. Termasuk Antoine 'Batu Bata' Semenyo membantu Ghana membuat kejutan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Legenda timnas Ghana dan eks Persib Bandung, Michael Essien, semula menjagokan Mohammed Kudus sebagai andalan Black Stars. Namun itu urung terjadi mengingat bintang Tottenham Hotspur itu mengalami cedera serius.

Akan menjadi kekuatan yang mengerikan bagi Ghana memiliki Semenyo-Kudus di sisi penyerangan.

Selain dua nama itu, tanpa mengecilkan arti pemain Ghana yang lain, praktis tidak ada yang bisa dilabeli sebagai "ace" atau andalan.

Nama Thomas Partey jelas jelas tak asing bagi pecinta sepak bola dunia. Namanya melejit di Atletico Madrid dan Arsenal. Tetapi di usianya yang kini 32 tahun, Partey kini berada di Villarreal.

Dia masih akan diandalkan, namun bukan dalam hal menggendong timnas Ghana, namun dari pengalaman dan kedewasaannya mengatur lini tengah.

Jika harus menyebut siapa sosok yang cocok sebagai ujung tombak penyerangan Ghana, maka jawabannya Semenyo si Batu Bata.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.