Jenazah Lisman Lahabi Korban Hanyut di Boalemo Gorontalo Dimakamkan di Belakang Rumahnya
Fadri Kidjab May 25, 2026 08:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Jenazah korban hanyut di Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, akhirnya dimakamkan di belakang rumahnya Senin (25/5/2026) sore.

Korban diketahui bernama Lisman Lahabi (31), warga Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Jenazah korban dimandikan, dikafani, hingga disalatkan di rumah ibunya. 

Namun, ia dimakamkan di belakang kediaman pribadinya yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah sang ibu.

Saat prosesi pengantaran jenazah, warga berbondong-bondong berjalan kaki menggotong keranda, sementara sebagian warga lainnya mengiringi menggunakan sepeda motor. 

Isak tangis sama sekali tidak terdengar di lokasi pemakaman saat prosesi penguburan berlangsung.

Jasad Lisman Lahabi berhasil ditemukan oleh warga Dusun II Manggulipa pada pukul 13.00 WITA.

Prosesi pemakaman kemudian berlangsung dari pukul 18.30 hingga 18.50 WITA di rumah pribadinya.

Penemuan Jenazah

KORBAN HANYUT -- Lisman Lahabi, warga Dusun II, Desa Lahumbo, ditemukan meninggal dunia. Korban sempat hanyut terbawa derasnya arus Sungai Manggulipa pada Senin (25/5/2026).
KORBAN HANYUT -- Lisman Lahabi, warga Dusun II, Desa Lahumbo, ditemukan meninggal dunia. Korban sempat hanyut terbawa derasnya arus Sungai Manggulipa pada Senin (25/5/2026). (TribunGorontalo.com/Rahmat Hambali)

Dua warga Dusun II, Desa Lahumbo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo hanyut terbawa derasnya arus Sungai Manggulipa pada Senin (25/5/2026).

Kedua korban diketahui merupakan pasangan ayah dan anak, yakni Hamid Lahabi (ayah) dan Lisman Lahabi (anak). Berdasarkan informasi terbaru, jasad sang anak, Lisman Lahabi, telah berhasil ditemukan oleh warga, sementara sang ayah hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.

Peristiwa ini bermula ketika Hamid Lahabi dan Lisman Lahabi sedang beraktivitas di sekitar Sungai Manggulipa.

Kedua korban diketahui memang sering mengumpulkan buah kelapa yang hanyut terbawa oleh arus sungai tersebut.

Namun diduga karena kondisi debit air yang meningkat dan arus sungai yang terlalu deras, keduanya justru ikut terseret dan hanyut. Jasad sang anak terbawa arus banjir yang sempat naik sejak siang hari hingga akhirnya ditemukan oleh warga di kawasan pemukiman.

Jasad Lisman pertama kali ditemukan oleh seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Milan Moliju (26). 

Saat itu, kondisi sekitar lokasi sedang tergenang banjir, sehingga Milan sempat ragu dengan apa yang dilihatnya.

"Saya sempat lihat ke sana, ini orang atau kayu? Saya sempat ragu apa mata saya yang salah lihat, siapa tahu cuma kayu," ujar Milan saat memberikan keterangan.

Merasa panik dan ketakutan, Milan langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil warga sekitar, termasuk seorang pria bernama Karman yang berada tidak jauh dari lokasi untuk memastikan objek tersebut.

"Iya saya sudah panik di situ, langsung meminta tolong. Saya panggil Kak Karman untuk lihat. Saya bilang, 'Kak Karman lihat dulu, apa itu yang terbawa air, tidak tahu badan orang atau kayu'. Ternyata setelah dipastikan, itu memang jasad manusia," tambahnya.

Warga lainnya, Anwar (53), juga membenarkan penemuan jasad yang hanyut dalam posisi tertelungkup tersebut.

 
"Saya kira apa, saya teriak karena ada orang terbaring," kata Anwar. Karena merasa takut untuk mengevakuasi jasad sendirian, ia langsung mencari bantuan warga lain.

"Pagi-pagi tidak ada (jasad), air (banjir) sempat naik," jelasnya.

Saat ini, jasad Lisman Lahabi telah berhasil dievakuasi dari genangan air dan langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju ke rumah duka di Desa Lahumbo.

Sementara itu, warga sekitar bersama tim terkait masih terus melakukan upaya pencarian terhadap Hamid Lahabi yang belum ditemukan. 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.