7 Amalan Wanita Haid di Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha 2026
Vanda Rosetiati May 25, 2026 09:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 atau terakhir dalam Kalender Hijriyah merupakan salah satu bulan mulia dalam ajaran Islam. Ada banyak amalan sunah yang bisa dilakukan seorang muslim terutama pada hari-hari awal bulan Dzulhijjah.

Dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan berpuasa sunah. Puasa pada 9 Dzulhijjah disebut juga Puasa Arafah yang memiliki keutamaan untuk menghapuskan dosa selama dua tahun.

Pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah merupakan waktu haram berpuasa. Umat Muslim dianjurkan mengerjakan salat sunah Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Bagi yang berkurban merupakan waktu penyembelihan hewan kurban hingga tanggal 13 Dzulhijjah.

Tahun ini berdasarkan hasil sidang isbat diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Dzulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Artinya tanggal 9 dan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Selasa dan Rabu, 26-27 Mei 2026.

Namun, bagi seorang wanita saat haid diharamkan berpuasa pada Hari Arafah dan mengerjakan salat sunah Hari Raya Idul Adha.

Meskipun demikian, seorang muslimah yang haid tetap berkesempatan meraih pahala pada hari mulia tersebut yakni Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha. 

__________

Amalan Wanita Haid di Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha 2026

 

1. Memperbanyak Zikir

Wanita haid tetap diperbolehkan berzikir kepada Allah SWT. Bahkan, zikir termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia Dzulhijjah.


Allah SWT berfirman:


وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya:

“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS Al-Hajj: 28)

Zikir yang dianjurkan di Hari Arafah antara lain:

  • Tasbih: Subhanallah
  • Tahmid: Alhamdulillah
  • Tahlil: Laa ilaaha illallah
  • Takbir: Allahu Akbar
  • Istighfar

Rasulullah SAW juga bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

Artinya:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah...” (HR Tirmidzi)

2. Memperbanyak Doa

Hari Arafah dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Meskipun tidak berpuasa, wanita haid tetap dianjurkan memperbanyak doa, memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan kebaikan dunia akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Artinya:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

Karena itu, muslimah yang sedang haid tetap dapat memanfaatkan Hari Arafah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa-doa terbaiknya.


“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

3. Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Memperbanyak shalawat juga menjadi amalan yang dianjurkan. Shalawat dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)

4. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari mulia Dzulhijjah. Wanita haid tetap bisa memperoleh pahala besar melalui sedekah, baik berupa uang, makanan, tenaga, maupun bantuan kepada orang lain.


Rasulullah SAW bersabda:

الصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار

Artinya:

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR Tirmidzi)

5. Membaca atau Mendengarkan Al-Qur’an

Sebagian ulama membolehkan wanita haid membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf secara langsung, seperti melalui ponsel atau dengan niat dzikir dan doa. Selain itu, mendengarkan tilawah Al-Qur’an juga menjadi amalan yang baik di Hari Arafah.

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS Al-Isra’: 9)


6. Memberi Makan Orang yang Berpuasa

Muslimah yang sedang haid tetap dapat memperoleh pahala puasa dengan membantu menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

Allah SWT berfirman:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ

Artinya:

"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut." (HR Tirmidzi)

7. Memperbanyak Istighfar dan Tobat

Hari Arafah merupakan waktu terbaik untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Wanita haid tetap bisa memperbanyak istighfar dan taubat, sebab haid bukan penghalang untuk berdzikir dan berdoa.

Dengan demikian, wanita haid tetap dapat meraih keutamaan Hari Arafah meskipun tidak dapat menjalankan puasa maupun shalat.

Islam memberikan banyak jalan ibadah bagi setiap Muslim untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam berbagai keadaan.

===

Demikian ulasan 7 Amalan Wanita Haid di Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha 2026.

Baca juga: 8 Bacaan Dzikir dan Doa Hari Arafah Lengkap dengan Teks Arab Dibaca 26 Mei 2026

Baca juga: Niat Puasa Arafah 26 Mei 2026 dan Keutamaan Menghapus Dosa

Baca juga: 20 Ucapan Selamat Idul Adha 2026 Bahasa Arab dan Artinya untuk Media Sosial

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.