Uang Rp1 Juta Buat Fajar Gelap Mata, Tembak Dedi di Depan Istri dan 2 Anak Korban
Noval Andriansyah May 25, 2026 10:29 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Hanya karena urusan uang sebesar Rp1 juta, seorang pemuda bernama Fajar Jaya Putra  atau FJP (19) tega berbuat nekat dan gelap mata.

Fajar secara beringas melepaskan tembakan ke arah Dedi Christian Agung (40), seorang ASN asal Metro, hingga tewas mengenaskan tepat di depan mata kepala istri dan dua anak korban yang masih kecil.

Tragedi memilukan ini terungkap dengan jelas dalam ekspose perkara yang digelar di Mapolda Lampung, Senin (25/5/2026).

Dedi, yang merupakan warga Jalan Fajar Asri, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, mengembuskan napas terakhirnya setelah menderita luka tembak fatal di bagian kepala pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Mirisnya, aksi koboi ini terjadi saat korban yang sehari-hari bekerja sebagai ASN di Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Lampung Tengah itu, sedang asyik menemani istrinya berjualan ayam geprek di Jalan Khair Bras, Kecamatan Metro Barat.

Baca juga: Vita Ungkap Fakta, Fajar Kerap Ancam Dedi Setiap Bertemu, Berujung Penembakan

Sehari setelah menjadi buronan, tepatnya pada Minggu (24/5/2026), Fajar akhirnya memilih menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Utara dengan didampingi keluarga serta Wakil Bupati Lampung Utara, Romli.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan mengungkapkan, tersangka yang masih berusia 19 tahun ini, ternyata berprofesi sebagai karyawan di satu koperasi simpan-pinjam ilegal.

Celakanya, pemuda ini memang punya kebiasaan buruk selalu membawa senjata api rakitan setiap kali pergi bekerja melakukan penagihan kepada nasabah.

"Tersangka ini penagih koperasi simpan-pinjam. Berdasarkan pemeriksaan, diakuinya bahwa tersangka selalu membawa senjata api saat menagih," kata Indra di hadapan awak media.

Indra menjelaskan, berdasarkan data sementara, korban memang diketahui memiliki tunggakan utang di koperasi ilegal tempat pelaku bekerja dengan nominal Rp1 juta.

"Utangnya ini, berdasarkan pengakuan tersangka, sebesar Rp1 juta. Namun, ini masih kami dalami berapa banyak utang sebenarnya," imbuhnya.

Saat melancarkan aksi nekatnya malam itu, Fajar ternyata tidak hanya melepaskan satu kali tembakan.

Berdasarkan hasil olah TKP, pemuda tersebut total melepaskan tembakan sebanyak empat kali secara brutal, di mana dua peluru diarahkan langsung ke tubuh korban dan dua peluru lainnya dilesatkan ke udara untuk menakuti warga sekitar.

Kronologi berdarah ini bermula saat tersangka mendatangi lapak dagangan ayam geprek korban untuk menagih uang Rp1 juta tersebut.

Alih-alih mendapatkan solusi, pertemuan singkat itu justru berujung pada cekcok mulut yang sangat sengit, hingga akhirnya Fajar mencabut senjata apinya dan langsung menembak kepala Dedi.

Penembakan yang terjadi dalam hitungan detik itu menyisakan duka sekaligus trauma mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sang istri, Vita Lestari, harus menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana suaminya tersungkur bersimbah darah di hadapan dua anak mereka yang masih balita.

Vita menceritakan, saat itu suaminya mengira kedatangan pelaku hanya untuk mengobrol biasa, apalagi sang suami sempat merasa sungkan karena lokasi jualan mereka berdekatan dengan pemilik tempat pencucian mobil.

Namun tanpa diduga, emosi pelaku mendadak menyulut hebat hingga memicu perkelahian fisik.

Pelaku sempat melayangkan pukulan mentah namun meleset, yang kemudian langsung dibalas oleh korban demi membela diri.

Situasi yang tadinya sekadar adu jotos mendadak berubah menjadi horor ketika pelaku berbalik badan dan merogoh sesuatu dari dalam tas selempang kecilnya.

“Pas balik badan, tahu-tahu dia langsung menghadap suami saya dan nembak begitu saja. Pistolnya dikeluarkan dari tas selempang kecil. Setelah itu suami saya langsung tersungkur,” kenang Vita pedih.

Setelah pelaku kabur membawa ketakutan warga, korban yang sudah tidak berdaya baru bisa dievakuasi sekitar 15 menit kemudian oleh petugas Babinsa bersama warga setempat.

Tubuh Dedi langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun takdir berkata lain karena nyawa sang ASN sudah tidak dapat tertolong lagi akibat luka tembak jarak dekat tersebut.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.