Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Kabar gembira bagi masyarakat Aceh yang ingin menunaikan ibadah umrah tanpa transit. PT Garuda Indonesia Tbk kembali menghadirkan layanan penerbangan langsung umrah rute Banda Aceh–Jeddah mulai 29 Juni 2026 mendatang.
Penerbangan ini terlaksana melalui kerja sama dengan PT BTJ Aviasi selaku pencharter, setelah sebelumnya Garuda Indonesia sukses melayani pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada musim haji 1447 Hijriah.
Pelaksana Harian (Plh) General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh, Jufriandi, mengatakan penerbangan perdana langsung umrah dari Banda Aceh akan berangkat menuju Madinah pada 29 Juni 2026, bertepatan dengan pemulangan kloter terakhir jamaah haji Embarkasi Aceh.
“Hal ini berkat dukungan Pemerintah Aceh yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur Muzzakir Manaf dan Wagub Fadhlullah yang sangat concerned terhadap penerbangan langsung ini, maka InsyaAllah penerbangan perdana ini akan mengantar jamaah umrah pertama dari Banda Aceh ke Medinah seiring dengan kepulangan jama’ah Haji kloter terakhir dari Medinah ke Banda Aceh,” kata Jufriandi, (25/5/2026).
“Namun hanya untuk 29 Juni saja rute penerbangannya ke Medinah, untuk penerbangan selanjutnya rutenya adalah Banda Aceh - Jeddah PP,” lanjutnya.
Jufriandi menjelaskan, penerbangan umrah langsung Banda Aceh–Jeddah akan beroperasi setiap pekan menggunakan armada berbadan lebar Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dengan kapasitas 360 kursi kelas ekonomi.
Layanan ini dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2026 hingga Februari 2027 dan diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat Aceh terhadap penerbangan langsung ke Arab Saudi.
Sementara itu, Direktur PT BTJ Aviasi, Ricky, menyebut penerbangan langsung umrah ini merupakan impian masyarakat Aceh yang selama ini sangat dinantikan.
“Khusus tahun ini merupakan program spesial 12 hari. Keberangkatannya disetiap Hari Rabu, sehingga jamaah bisa menunaikan ibadah Jumat 2 kali, yaitu di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” ujarnya.
Baca juga: Jelang Armuzna, Ini Beberapa Perubahan dari Kementerian Haji dan Umrah, Jamaah Wajib Tahu
Selain itu, pihaknya bersama Pemerintah Aceh, Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, asosiasi travel umrah seperti KATUHA dan Amphuri, serta berbagai stakeholder terkait juga tengah mengupayakan layanan terpadu bagi jamaah umrah Aceh.
“Fasilitas tersebut di antaranya proses administrasi dan keberangkatan melalui Asrama Haji Banda Aceh hingga pengantaran menuju bandara, sehingga jamaah dapat merasakan pengalaman berangkat umrah rasa haji,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas hadirnya kembali penerbangan langsung umrah dari Aceh ke Arab Saudi tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T Faisal, mengatakan layanan ini sejalan dengan harapan Gubernur Aceh agar masyarakat memperoleh akses penerbangan langsung tanpa harus transit di daerah lain.
“Ini sesuai harapan Gubernur Aceh agar Garuda Indonesia yang cikal bakalnya berasal dari Aceh memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Aceh untuk terbang langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit. Kami berharap layanan ini bisa terus berkesinambungan sehingga memudahkan masyarakat Aceh yang ingin beribadah umrah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan Pemerintah Aceh siap mendukung penuh dan berkolaborasi dengan Garuda Indonesia serta asosiasi travel umrah di Aceh agar layanan tersebut berjalan lancar.
Ia mengimbau seluruh travel umrah di Aceh agar memanfaatkan fasilitas penerbangan langsung dari Banda Aceh tersebut demi memudahkan jamaah dan memperkuat keberlangsungan layanan umrah langsung dari Aceh.(*)