Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menyiapkan lahan seluas 30 hektare untuk Sekolah Rakyat permanen di wilayah selatan Garut yang ditargetkan pembangunannya selesai tahun ini.

"Jadi, sekarang ini kita proses itu (lahan Sekolah Rakyat) berjalan," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana di Garut, Senin.

Ia menuturkan, lahan yang disiapkan untuk Sekolah Rakyat permanen berada di Kecamatan Cikelet, yang juga sudah ditinjau langsung oleh perwakilan dari Kementerian Sosial beberapa hari lalu.

Hasil peninjauan, kata dia, ada beberapa catatan, di antaranya lahan itu diharuskan bersertifikat. Namun Pemkab Garut akan mengomunikasikan kembali dengan Kementerian Sosial karena pemanfaatan lahan tersebut dilakukan secara pinjam pakai.

"Teman-teman dari Kemensos tetap itu harus sertifikat, kita sedang berusaha untuk meyakinkan itu, karena kalau sertifikat serta merta tidak mungkin karena itu tanah desa, belum bisa kita lakukan," katanya.

Ia menyampaikan, program pembangunan Sekolah Rakyat harus terealisasi di Kabupaten Garut karena anggaran pembangunannya akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Besaran anggaran pembangunan itu, kata dia, diperkirakan mencapai Rp250 miliar yang nantinya akan memberikan dampak untuk daerah.

"Itu kan sebetulnya (bisa menarik anggaran) Rp250 miliar, kalau kita dapatin itu, berarti Rp250 miliar. Belum lagi, setiap bulannya, setiap harinya akan ada kegiatan," katanya.

Program Sekolah Rakyat di Garut sebelumnya sudah berjalan sebagai rintisan yang saat ini sudah membina 75 siswa terbagi dalam tiga rombongan belajar tingkat SD, SMP, dan SMA di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Garut.